Mardison optimis CFW KOTAKU mampu tekan tingginya angka pengaguran imbas pandemi

Wakil Walikota Mardison juga optimis kota Pariaman kembali akan menerima dana CFW untuk desa-desa lainnya dari Kementerian PUPR. Foto: Erwin

Pariaman - Program cash for work (CFW) atau kerja dibayar tunai untuk membantu masyarakat yang terkena PHK dan menganggur imbas pandemi Covid-19 di kota Pariaman, berjalan lancar. Proyek padat karya tersebut merupakan program kota tanpa kumuh (KOTAKU) Pariaman yang menggunakan dana APBN dari Kementerian PUPR.

"Progresnya berjalan lancar dan terbukti sangat membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat Pandemi Covid-19," kata Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin saat meninjau pembangunan drainase (pengatusan) di Desa Rawang, Sabtu (22/5).

Pembangunan pengatusan pembuangan massa air di Desa Rawang sendiri, kata Mardison mampu menyerap puluhan tenaga kerja. Sementara tahap pengerjaannya sudah memasuki 60 persen dengan serapan anggaran 20 persen.

Mardison mengimbau agar drainase yang dibangun dijaga dengan baik, jangan sampai ada penyumbatan akbat pembuangan sampah karena drainase bisa dimanfaatkan untuk pengairan pertanian dan solusi agar terhindar dari bencana banjir.

"Lakukan pemeliharaan dengan baik, jaga bersama. Baik oleh masyarakat sendiri maupun dari pihak desa dengan perangkat barakainya," kata dia.

Mardison menuturkan CFW merupakan salah satu langkah yang diambil Pemko Pariaman untuk membantu masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas pandemi Covid-19, sekaligus upaya pemulihan ekonomi masyarakat Pariaman.

CFW KOTAKU Pariaman, kata Mardison baru mencakup sembilan desa, namun penerima anggaran terbesar program tersebut di banding kota/kabupaten lainnya di provinsi Sumatra Barat. Ia optimis Pemko Pariaman kembali akan mendapatkan program CFW setelah sukses dalam pengaplikasian tahap pertama.

CFW dimulai di Desa Kampung Baru, Desa Rawang, Desa Pauh Barat, Desa Palak Aneh, Desa Padang Cakua, Desa Cubadak Aie, Desa Cubadak Aie Selatan, Desa Tungkal Selatan dan Desa Sintuak.

Program CFW, kata dia, meliputi kerja pemeliharaan, mulai dari rehab ringan hingga rehab sedang infrastruktur. Jenis infrastrukturnya seperti jalan, drainase, penyediaan air minum dan sanitasi.

"Masing-masing desa akan membentuk kelompok kerja yang anggotanya para korban PHK dan menganggur akibat pandemi Covid-19," kata Mardison.

Untuk satu desa, kata dia, CFW mengalokasikan dana sebesar Rp 300 juta. Total dana Rp 2,7 miliar ini langsung dari Kementerian PUPR dan dikirim ke nomor rekening masing-masing kelompok yang bekerja di sembilan desa tersebut.

"Dana CFW lebih besar untuk upah para pekerja dibanding fisiknya. Yakni di atas 60 persen dari alokasi dana yang diberikan ke tiap desa," pungkasnya. (Erwin/OLP)