Desa Pauh Kuraitaji sediakan pustaka Wifi gratis bagi murid selama belajar daring

Foto: istimewa

Pariaman - Seiring dimulainya proses belajar mengajar daring (online) dan luring (offline) seluruh sekolah di kota Pariaman mulai hari ini, Jumat 21 Mei, Desa Pauh Kuraitaji, Pariaman Selatan, membuka kembali perpustakaan desa bagi murid di desa itu.

Selain pustaka dipenuhi buku-buku pelajaran dan pengetahuan umum, pihak desa juga memasang Wifi gratis agar bisa dimanfaatkan para murid selama belajar daring.

"Pustaka ini sudah lumayan lama didirikan, tepatnya sejak pembelajaran daring diberlakukan sejak pandemi Covid-19 2020 lalu," ungkap Kaur Perencanaan Desa Pauh Kuraitaji, Irwan Saputra di Pariaman, Jumat (21/5).

Pustaka dengan fasilitas Wifi gratis itu, kata dia, dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu yang memiliki keterbatasan akses internet. Namun demikian, pihak desa tidak menyediakan smartphone gratis yang artinya para siswa wajib menggunakan perangkat sendiri-sendiri selama menggunakan jaringan internet di pustaka.

Fasilitas lainnya dalam pustaka, pihak desa menyediakan meja belajar, karpet, koleksi buku serta mesin printer bagi siswa yang memiliki tugas yang mesti diprint.

"Bisa dimanfaatkan bagi semua pelajar dari segala tingkatan, mulai SD, SMP dan SMA," kata dia.

Pustaka Desa Pauh Kuraitaji sempat ditutup selama pemberlakuan belajar mengajar tatap muka kembali di sekolah pada akhir 2020 lalu. Dibukanya pustaka kembali karena Pemko Pariaman mengundur jadwal proses belajar mengajar tatap muka di sekolah mulai 2 Juni 2021 mendatang.

Proses belajar mengajar tatap muka di sekolah usai libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah di Kota Pariaman, ditunda dari tanggal 21 Mei menjadi 2 Juni 2021. Kebijakan tersebut merujuk pada surat keputusan tiga menteri yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang Pelaksanaan Belajar Mengajar di masa pandemi Covid-19. (Junaidi/OLP)