Meski pernah kritik SKB 3 Menteri, Genius satu-satunya walikota di Sumbar yang diundang Presiden dalam Rakornas di Kemendagri

Walikota Genius Umar dengan Mendagri Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian usai rapat koordinasi dengan kepala daerah bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta. Foto: istimewa

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar kembali mengagetkan publik karena ia satu-satunya walikota di provinsi Sumatra Barat yang mendapatkan undangan menghadiri rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Menteri Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (28/4). Padahal ia pernah dengan lantang mengkritik kebijakan pengeluaran SKB 3 Menteri belum lama ini.

Dalam rakor tersebut Presiden didampingi oleh Mendagri Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian. Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo menekankan kepada kepala daerah akan pentingnya meningkatkan kewaspadaan di daerah sehubungan dengan potensi meningkatnya penyebaran Covid-19.

"Pentingnya mewaspadai penyebaran Covid-19 pasca lonjakan kasus Covid-19 di India," kata presiden.

Joko Widodo mengimbau agar kepala daerah memantau kurva serta angka penyebaran Covid-19, dan sesegara mungkin mengambil langkah strategis jika ada penambahan kasus di daerahnya.

"Pantau kurvanya segera ambil langkah jika ada penambahan kasus, terutama menjelang libur panjang. Tekankan disiplin ketatkan protokol kesehatan," tegas Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga menyinggung terkait program vaksinasi Covid-19 nasional. Ia meminta setiap daerah melakukan vaksinasi sesuai terget yang telah ditentukan secara nasional, yakni pada Juli 2021 sekitar 70 juta rakyat Indonesia sudah divaksin.

Selain itu Presiden Joko Widodo juga menegaskan kepada kepala daerah agar menggerakkan perekonomian daerah dengan segera membelanjakan APBD, percepatan pencairan bantuan sosial dan penyaluran BLT.

"Agar roda ekonomi tetap bergerak," kata presiden sembari mendesak agar pemerintah daerah juga "mempermudah proses perizinan dan investasi di daerah".

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan pihaknya telah mengikuti arahan presiden beberapa hari sebelumnya dengan kembali mengaktifkan posko penanganan Covid-19 dan menyediakan unit untuk proses uji usap Covid-19.

"Kita juga telah turun ke lapangan mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat diikuti dengan pembagian masker gratis. Guna mengantisipasi lonjakan kasus, selain membentuk satgas tingkat kota, kita juga bentuk hingga tingkat kecamatan, kelurahan dan desa," kata Genius Umar.

Pedoman penerapan protokol kesehatan, sambung Genius, pihaknya sudah memiliki Perda AKB, Perwako hingga petunjuk teknis di lapangan. Mulai dari sosialisasi, pemantauan, imbauan hingga penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan.

Sedangkan penyaluran bantuan sosial dan BLT, Genius mengaku Pemko Pariaman sudah menyalurkannya tiap bulan melalui bank, kantor pos kepada masyarakat penerima.

Rakornas bersama Presiden dan Mendagri itu diikuti oleh 10 gubernur, 15 bupati dan 10 walikota dari seluruh indonesia. (Erwin/OLP)