Nakes Pariaman yang Tak Mau Divaksin Akan Diberi Sanksi, Apakah Nakes Termakan Isu Hoaks Terkait Keamanan Vaksin?

Walikota Genius Umar wajibkan seluruh tenaga kesehatan di kota Pariaman yang belum melakukan suntik vaksin agar segera melakukannya karena hal itu terkait dengan tugas pelayanan. Foto: Phaik

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar perintahkan agar seluruh tenaga medis yang belum melakukan vaksinasi Covid-19 agar segera melakukan vaksin. Vaksinasi Covid-19 wajib bagi seluruh tenaga kesehatan di kota Pariaman.

Hal itu disampaikan Genius Umar setelah melihat langsung data persentase jumlah tenaga kesehatan di Pemko Pariaman yang belum melakukan vaksinasi. Padahal dosis vaksin yang disediakan untuk seluruh tenaga kesehatan, mencapai 992 dosis.

"Yang belum melakukan vaksinasi agar dengan kesadaran sendiri bersedia divaksinasi," kata Genius Umar di RSUD Dr Sadikin Pariaman bersama ahli kesehatan Kolonel (pur) dr Farhan Abdullah, Senin (8/2).

Vaksinasi bagi tenaga kesehatan, sambung Genius merupakan bentuk pelayanan medis kepada masyarakat. Jika seluruh tenaga kesehatan sudah divaksin, penyebaran Covid-19 di setiap fasilitas kesehatan lebih bisa ditanggulangi.

Namun bagi tenaga kesehatan yang tetap membandel tidak mau divaksinasi, sambung Genius, Pemko Pariaman akan mengambil tindakan tegas berupa sanksi yang sudah diatur pemerintah.

"Kita akan ambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi karena hal ini menyangkut tanggung jawab kerja dan pelayanan terhadap masyarakat yang berobat ke rumah sakit ataupun puskesmas," tegasnya.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah mengakui masih ada tenaga medis yang belum divaksin karena alasan yang tidak jelas.

"Namun tetap kita berikan sosialisasi hingga mereka mau dan dengan kesadaran sendiri divaksin," kata Nazifah.

Apakah tenaga kesehatan terpengaruh berita hoaks tentang vaksinasi?

Di berbagai platform media sosial sejumlah orang tidak bertanggungjawab menyebarkan berita yang tidak terkonfirmasi kebenarannya terkait bahaya vaksin. Bahkan mereka sengaja melakukan gerakan oposisi guna menggagalkan program vaksinasi nasional dengan menyebar ketakutan kepada masyarakat lewat berita bohong dan teori palsu.

Postingan negatif kategori hoaks terkait bahaya vaksin tidak hanya mempengaruhi masyarakat awam. Bahkan sejumlah tenaga medis dan ASN, dari penelusuran wartawan, juga ada yang enggan divaksinasi karena hal tersebut.

Kampanye dan sosialisasi vaksin harus lebih gencar dan ditingkatkan lagi agar masyarakat tidak menerima informasi menyesatkan terkait keamanan vaksin yang telah berkali-kali diuji kemananannya. Baik oleh WHO maupun oleh BPOM serta juga telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Melihat situasi penyebaran Covid-19 saat ini, menurut pakar kesehatan dunia, demi keamanan tubuh, tubuh perlu divaksinasi. Pemberian vaksinasi di tanah air guna mencapai target herd immunity namun sebelum mencapai target itu dibarengi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Pemberian vaksin secara medis telah dinyatakan aman bagi tubuh. Vaksin tidak akan membunuh tapi akan melindungi tubuh dari inveksi Covid-19. Dengan melindungi diri dengan vaksinasi, secara otomatis akan memberikan perlindungan pada lingkungan sekitar dan menekan penyebaran Covid-19.

Kota Pariaman sendiri telah mencanangkan Vaksinasi Covid-19 pada Jumat (5/2). Genius Umar bersama sejumlah pejabat Forkopimda juga telah melakukan suntik vaksin dosis pertama yang disaksikan langsung oleh para jurnalis. (Phaik/OLP)