Emak-emak Desa Rawang Kian Kompak Sejak Berdirinya KWT BOHAI

Kebun KWT BOHAI Desa Rawang ditanami berbagai jenis tanaman produktif yang tumbuh dengan suburnya. Foto: Desi

Pariaman - Kelompok Tani Wanita (KWT) Bersama Orang Haus Akan Ilmu (BOHAI) Desa Rawang, Pariaman Tengah manfaatkan lahan kosong di desa itu untuk ditanami berbagai jenis tanaman produktif bernilai ekonomi.

Bahkan dari hasil panen berbagai jenis tanaman di lahan yang tidak luas tersebut, telah mengisi kas KWT BOHAI. Beranggotakan 30 orang, KWT BOHAI mengubah lahan terlantar warga menjadi produktif dan Desa Rawang sendiri bukanlah desa pertanian.

"Sebelumnya KWT BOHAI menumpang di tanah warga yang terlantar. Seiring berjalannya waktu, akhirnya tanah tersebut dihibahkan oleh pemiliknya ke desa agar bisa dimanfaatkan warga desa Rawang," ungkap kepala desa Rawang, Syukri Heriadi Chan di Pariaman, Kamis (4/2).

Hasil panen KWT BOHAI, kata Syukri, tidak saja untuk dijual namun bagi para warga desa yang menginginkannya untuk kebutuhan rumah tangga bisa mengambilnya langsung secara gratis.

KWT BOHAI dibentuk setelah Syukri menjabat kepala desa pada Juni 2019 lalu. Selama ini, KWT BOHAI sudah menanam sayuran jenis kacang panjang, jagung, pare, bayam, labu dan tanaman bumbu dapur. Hingga saat ini, KWT BOHAI sudah beberapa kali memanen hasil kebun tersebut dan menjualnya.

"Sebenarnya hasil kebun ditanam untuk kebutuhan masyarakat Desa Rawang. Warga bebas memetik hasil kebun, namun ada juga sebagian warga yang membelinya sekalian untuk mengisi kas KWT BOHAI," sambung Syukri.

Di samping memetik hasil kebun, KWT BOHAI juga kerap dimintai masyarakat berbagai macam bibit tanaman kebun. Bekerjasama dengan PKK Desa Rawang, KWT BOHAI mencarikan berbagai jenis bibit tanaman yang dimintai oleh masyarakat tersebut.

"Masyarakat bisa menanamnya di rumah berbagai jenis tanaman. Jika tersedia di KWT BOHAI langsung diberikan, namun jika tidak ada, KWT dan PKK akan mencarikannya untuk masyarakat tersebut," terang Syukri.

Sejak terbentuknya KWT BOHAI, imbuh Syukri, emak-emak Desa Rawang kian kompak karena hampir seluruhnya hobi bercocok tanam.

"Komunikasi dan silaturahmi antar emak-emak kian terjalin sejak dibentuknya KWT BOHAI," kata dia.

Kreativitas emak-emak KWT BOHAI telah lama mencuri perhatian Pemko Pariaman. Kebun KWT BOHAI telah dikunjungi oleh Sekdako Pariaman, Kepa Dinas dan Camat. (Desi/OLP)