Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Suasana Kebatinan Pemilih Genius di Pilgub: "di Suok Lamang di Kida Kanji"

14 Desember 2020 | 14.12.20 WIB Last Updated 2020-12-14T03:55:54Z

Genius Umar bersama istri dan salah seorang anak beliau. Foto: dok dr Lucy

Pariaman - Istri Walikota Pariaman Genius Umar, dr Lucyanel Genius sapa pendukung Fakhrizal-Genius Umar - yang biasa disingkat FAGE - melalui akun Facebook pribadinya satu jam lalu, Senin (14/12).

Lucy mengucapkan terimakasih pada seluruh relawan yang telah berjuang maksimal untu FAGE di Pilgub Sumbar 2020.

"Pilgub telah usai. Setiap kompetisi pasti ada yang menang. Saat ini kita sudah melihat siapa yang mengungguli perolehan suara," demikian tulis Lucy dalam postingan yang sudah dilike lebih dari 100 akun lainnya.

Sedangkan bagi Genius Umar dan Fakhrizal, sambung Lucy, sudah berusaha semaksimal mungkin dalam kompetisi Pilgub yang diikuti empat pasang calon tersebut.

"Bagi kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan hasil kami serahkan kepada Allah SWT. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua Tim FAGE dan relawan-relawan yang berjuang maksimal bersama kami. Semoga Allah membalas semua perjuangan bapak ibu dengan pahala yg berlipat ganda. Karena kita memperjuangkan suatu kebaikan untuk kemashlahatan. Insya Allah," pungkasnya.

Bagaimana kata pemilih FAGE di kota Pariaman.

Kami mengambil empat sample. Satu di Desa Pauh Barat Pariaman Tengah, satu di Desa Air Santok Pariaman Timur, satu di Desa Taluak, Pariaman Selatan dan satu sampel pemilih FAGE di Desa Balai Nareh di Pariaman Utara.

Hajah Arlina yang memilih FAGE di Desa Pauh Barat mengatakan hatinya bergemuruh saat hendak mencoblos FAGE karena Genius Umar baginya merupakan walikota terbaik saat ini yang telah banyak mengubah wajah kota Pariaman.

Di satu sisi ia ingin tetap Genius Umar terus memimpin kota Pariaman, di sisi lainnya dia tidak ingin Genius kalah di Pilgub Sumbar.

"Ibaratnya, di suok lamang di kida kanji (Tangan kanan menyendok lemang, tangan kiri menyuap kanji)," ujarnya sambil menambahkan "Bak makan buah simalakama".

Begitu juga dengan Dedi yang memberikan hak suaranya untuk FAGE di Desa Air Santok. Selesai mencoblos, pikirannya jadi tidak enak. Bagaimana jika Genius Umar menang dan meninggalkan jabatannya sebagai walikota Pariaman.

"Karena menurut saya kota Pariaman tidak bisa dipimpin dari Rumah Bagonjong (Kantor Gubernur). Yang akan memajukan Pariaman itu, ya walikotanya sendiri," kata Dedi.

Hal senada juga disampaikan Elok yang memilih di Desa Taluak, Pariaman Selatan. Elok mengaku belum ikhlas melepaskan Genius Umar ke provinsi.

"Namun karena Genius Umar terlanjur mencalonkan diri, saya memberikan suara untuknya meski dengan berat hati, cemas kalau beliau menang," ujarnya.

Kemudian hal serupa juga disampaikan pemilih FAGE dari Balai Nareh Pariaman Utara, Herman. Herman mengaku untuk saat ini Pariaman memerlukan sosok Genius Umar untuk memajukan Pariaman.

"Yang saya kuatirkan bukan dia kalah, tapi jika ia menang. Ibarat kata, sedang berkasih-kasih kita ditinggalkan," kata Herman.

Meski mendukung Genius, Herman mengaku belum ikhlas melepas Genius Umar ke provinsi. Ia ingin Genius Umar menjabat walikota Pariaman selama dua periode.

"Jika sudah dua periode, kita siap berjuang mati-matian memenangkannya ke provinsi," pungkasnya. (OLP)

×
Berita Terbaru Update