Pemko Pariaman Menyangga 'Tulang Punggung Keluarga' di Tengah Pandemi dengan Baznas

PLT Walikota Mardison Mahyuddin didampingi Ketua Baznas Haji Bagindo Jamohor salurkan zakat Bazanas bagi 'tulang punggung keluarga' sektor taransportasi umum. Foto: Junaidi

Pariaman - Sebanyak 407 orang tukang ojek dan sopir angkot menerima bantuan zakat dari Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Pariaman di Rumah Dinas Walikota Pariaman, Rabu (2/12).

PLT Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan di masa pandemi hampir seluruh sektor kena imbas ekonomi. Yang paling terpukul adalah sektor UMKM dan IKM beserta jasa dan transportasi.

Mardison bilang pemerintah akan hadir menanggulangi dampak ekonomi imbas pandemi. Baik melalui bantuan pusat yang disalurkan pemerintah daerah, melalui APBD dengan bantuan langsung tunai (BLT) dan penyaluran zakat seluruh ASN Pemko Pariaman melali Baznas.

"Dan kita terus berupaya mencari dana lainnya untuk memulihkan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini," kata Mardison.

Mardison menyebut tahun 2020 adalah tahun penuh cobaan bagi seluruh umat manusia di planet bumi. Tak ada satu pun negara di dunia yang tidak terkena imbas pandemi Covid-19.

Meski begitu, imbuh mantan ketua DPRD Kota Pariaman itu, ia tetap optimis masyarakat Pariaman akan kembali bangkit dari sektor ekonomi jika seluruh elemen bersatu mewujudkannya.

"Pemerintahan kami tidak akan tinggal diam. Bagi kami hukum yang tertinggi itu adalah kesehatan masyarakat, yang dijabarkan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi," pungkasnya.

Zakat dengan total dana Rp 142,45 juta tersebut dibagikan oleh PLT Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin didampingi oleh Ketua Baznas Kota Pariaman Haji Bagindo Jamohor.

Menurut Bagindo Jamohor, dari Rp 5 miliar zakat yang akan disalurkan tahun ini, Rp 3 miliar di antaranya telah dibagikan dalam berbagai program. Baik pendidikan, sosial, bantuan UMKM dan IMKM serta yang disalurkan saat ini bagi sopir angkot dan tukang ojek - sektor transportasi.

"Seluruhnya terdampak ekonomi imbas Covid-19. Termasuk para saudara kita sopir angkot dan tukang ojek. Begitu juga sektor UMKM dan IKM yang sebelumnya telah kita salurkan," kata Jamohor.

Masing-masing penerima bantuan zakat bagi sopir angkot dan tukang ojek, kata Jamohor menerima Rp 350 ribu. Bantuan tersebut dia harapkan bisa sedikit membantu perekonomian sasaran penerima di masa pandemi Covid-19. (OLP)