Bank Sampah Desa Kampung Apar Terima CSR Pertamina Rp 100 Juta


Pariaman - Plt Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan keberadaan bank sampah salah satu jalan keluar menjawab persolan pelik dalam pengelolaan sampah selama ini.

"Permasalahan sampah merupakan permasalahan nasioanal yang cukup mengkhawatirkan jika tidak dikelola dengan baik," kata Mardison saat meresmikan Bank Sampah Sahabat Alam (BSSA) di Desa Kampung Apar, Pariaman Selatan, Senin (9/11).

Bank sampah, sambung Mardison, salah satu solusi terutama untuk sampah-sampah yang berasal dari rumah tangga. Peran masyarakat dalam mengelola sampah dengan memilah sampah organik dan non organik dari rumah jadi bernilai ekonomis bagi mereka.

Menurut Mardison ada tiga manfaat yang didapat dengan adanya Bank Sampah. Pertama masyarakat akan terbiasa mengumpulkan sampah dan tidak lagi membuang sampah sembarangan, lingkungan akan menjadi bersih dan asri, dan menjadi pendapatan keluarga dari nilai ekonomisnya.

"Keberadaan bank sampah artinya masyarakat memiliki peran aktif dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah di kota Pariaman. Kami akan mendorong kontribusi ini dengan program-program yang mendukung keberadaan bank sampah," ujarnya.

Pada kesempatan itu Mardison juga mengapresiasi bantuan CSR PT Pertamina kepada BSSA Desa Kampung Apar senilai Rp 100 juta.

Operation Head (OH) PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Terminal DPPU Minangkabau, Edi Junaidi mengatakan BSSA dan Dasawisma Melati I Desa Kampung Apar akan menjadi mitra pihaknya dalam setiap produk yang dihasilkan BSSA.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Pariaman, Indriati Mardison mengatakan kehadiran bank sampah akan menjadi berkah bagi masyarakat sekitar.

"Juga dapat merubah paradigma masyarakat terhadap sampah, dan akan menjadikan sampah sebagai kebutuhan untuk meningkatkan ekonomi keluarga," katanya. (Juned/*)