Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Pariaman Bangun 1000 Tanki Septik untuk Warga

18 September 2020 | 18.9.20 WIB Last Updated 2020-09-18T11:59:50Z


Pariaman - Pemko Pariaman bangun 1000 unit tanki septik individual bagi masyarakat Pariaman karena ternyata masih banyak warga Pariaman yang belum memiliki tanki septik di rumahnya masing-masing.

"1000 tanki septik berarti 1000 unit rumah warga akan memiliki septic tank individual di rumahnya masing-masing," kata walikota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Jumat (18/9).

Genius menyebut pembangunan tanki septik tersebut akan dikerjakan dan selesai pada 2020 ini menggunakan dana hibah dari pemerintah pusat. Meski dana hibah oleh pemerintah pusat akan diganti oleh pemerintah daerah di lain waktu, untuk mendapatkannya cukup sulit.

"Proses pengajuan untuk mendapatkan dana hibah terbilang sulit karena banyak hal yang harus dilengkapi. Banyak persyaratan dan bahan yang harus dilengkapi," kata Genius.

Guna memperoleh dana hibah untuk membangun 1000 tanki septik tersebut, terang Genius, Pemko Pariaman sudah mengusulkannya sejak setahun lalu.

Selain bantuan tanki septik, sambung Genius, akan ada lagi bantuan lainnya berupa jamban bagi masyarakat Pariaman. Oleh sebab itu ia meminta masyarakat memanfaatkan dan menjaga bantuan tanki septik tersebut.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman , Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Mulyawan mengatakan pembangunan tanki septik dibagi di empat kecamatan.

Untuk Kecamatan Pariaman Selatan ada 14 desa, Pariaman Tengah 10 desa, Kecamatan Pariaman Utara 8 desa dan Kecamatan Pariaman Timur 7 desa.

"Jadi ada 39 desa se Kota Pariaman yang mendapatkan bantuan tanki septik. Bantuan hanya bagi masyarakat yang belum memiliki tanki septik individual di rumahnya," kata dia.

Sebelumnya, sambung dia, Pemko Pariaman juga telah memberikan bantuak ipal komunal. Sedangkan pada 2021 ada lagi berbagai jenis bantuan dengan kategori penerima rumah tidak ada tanki septik dan jamban, ada jamban tidak ada tanki septik dan tanki septik sudah tidak layak pakai.

Salah seorang penerima bantuan tanki septik di Desa Rawang bernama Gumbus, 55, mengaku bahagia menerima bantuan tersebut karena di rumahnya memang belum memiliki tanki septik.

"Ingin membuatnya sendiri namun terbatas ekonomi sehingga untuk buang air besar harus menumpang dengan tetangga atau kami ke mesjid,“ ungkap ibu rumah tangga itu. (Dewi/*)

×
Berita Terbaru Update