Panen Ikan di Politeknik Pelayaran Sumbar, Ali Mukhni Kenang Perjuangan Mendirikan Kampus Tersebut

Foto: Anton Wira Tanjung
Ulakan - Politeknik Pelayaran Sumatra Barat di Ulakan Tapakis, Padangpariaman, gelar panen ikan keramba guna menjamin ketahanan pangan mahasiswa dan masyarakat sekitaran kampus di masa pandemi Covid-19, Minggu (21/6).

"Ini hasil panen ikan yang dipelihara selama empat bulan terakhir," kata Direktur Politeknik Pelayaran Sumbar, Rivolindo yang turut mengundang Bupati Padangpariaman dan Komandan Yonmarhanlan II Lantamal Padang, Letkol Marinir Sugeng Prayitno pada acara panen ikan tersebut.

Rivolindo mengungkapkan pihaknya memanfaatkan embung di belakang kampus menggunakan media tancap dan memasang keramba sebanyak enam unit.

"Masing-masing keramba berisi 3 ribu ekor bibit nila strain nirwana super. Hasil panen ke seluruhannya sekitar 1 ton," sebutnya.

Ikan hasil panen tersebut, lanjut Rivolindo, akan dibagi-bagikan kepada mahasiswa dan masyarakat Padangpariaman, terutama bagi masyarakat yang tinggalnya sekitaran lokasi kampus.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni apresiasi Politeknik Pelayaran Sumbar yang dulu selangkah mempersiapkan diri dalam menjamin ketahanan pangan, khususnya bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.

Ali Mukhni ikut bangga dengan perkembangan kampus dengan 750 mahasiswa yang keberadaannya ia perjuangkan dulu pada 2012-2013. Saat itu bahkan Ali Mukhni pernah dicemooh, dikasari masyarakat saat pembebesan lahan dan dikatakan sudah tidak rasional - karena anggaran untuk kampus dan pelabuhan sekitar Rp 3 triliun dinilai sangat tidak masuk akal dibandingkan APBD Padangpariaman. Apalagi waktu itu Padangpariaman belum pernah ketiban proyek yang didanai pemerintah pusat bernilai triliunan.

"Tapi alhamdulillah berkat izin Allah kampus ini berdiri megah dan berkembang menjadi salah satu Politeknik Pelayaran terbaik di Indonesia. Ini fakta bukan mengada-mengada, hanya ada tiga di Tanah Air yang memiliki fasilitas selengkap kampus ini," kata Ali Mukhni.

Ali Mukhni mengenang saat memperjuangkan keberadaan kampus tersebut yang penuh tantangan. Mulai dari tuntutan luas lahan dari pihak kementerian hingga menggalang dukungan politik dan sosial dari masyarakat terkait penyediaan tanah di lokasi yang dianggap cocok oleh pemerintah pusat.

"Sekarang telah kita lihat hasilnya membawa manfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Padangpariaman. Ini bukti nyata dan bisa dilihat sendiri bagaimana perkembangan pembangunan di sekitaran kampus yang dulunya sepi," pungkas Ali Mukhni. (OLP)