Mahasiswi Saga Saja Ciptakan Karupuak Baguak Ragam Rasa

Walikota Pariaman Genius Umar dan Wakil Ketua DPRD Mulyadi cicipi karupuak baguak produksi Putri Ramadhani. Foto: Desi
Pariaman - Kerupuk Emping Malinjo Pariaman sudah terkenal sejak dulu. Karupuak Baguak, sebutan lokal Emping Malinjo biasanya dijual di pinggir jalan sekitaran Kelurahan Pasir Lohong, Pariaman Tengah.

Kini, Karupuak Baguak merupakan oleh-oleh khas Pariaman. Karupuak Baguak bahkan sudah dikirim ke berbagai daerah dan ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Rasa Karupuak Baguak yang legit dan agak pahit kini tidak lagi monoton berkat inovasi dari Putri Ramadhani, Mahasiswi Administrasi Niaga Prodi D III Administrasi Bisnis dari Politekhnik Negeri Padang (PNP) Semester IV Angkatan 2018.

Di tangan mahasiswi yang masuk dalam program satu keluarga satu sarjana (Saga Saja) Pemko Pariaman itu, Karupuak Baguak jadi memiliki banyak varian rasa.

“Awal mulanya saya menciptakan varian rasa karena selama ini rasa karupuak baguak yang dijual masih seragam dengan kemasan tradisional dibungkus plastik biasa," kata Putri di Pariaman, Senin (8/6).

Kemasan, menurut Putri dapat mempengaruhi minat pembeli, apalagi di kalangan mahasiswa dan oleh kalangan tertentu.

Putri berkeinginan melestarikan produk asli Pariaman tersebut dengan memasarkannya secara kreatif. Mulai dari bentuk kemasan hingga varian rasa dan bisa dibeli oleh siapa saja dan di mana saja.

Hingga kini Karupuak Baguak produksi Putri memiliki 5 varian rasa yang punya nama sebutin unik. Rasa Jagung dilabel 'manih muluik', rasa balado 'marauang', rasa barbeque dengan nama 'kabau panggang', rasa pedas manis dengan sebutan 'padeh salayang' dan rasa original dengan label 'biaso'.

Dengan usaha yang digelutinya tersebut, Putri diutus oleh kampusnya untuk mengikuti Delegasi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia yang dilaksanakan oleh Politekhnik Batam pada 2019. Selain itu Putri juga meraih juara 3 Sumbar untuk produk siswa terbaik.

"Alhamdulillah berkat inovasi dan wirausaha, pihak kampus memberikan bantuan modal usaha program mahasiswa wira usaha," sambung anak ketiga dari empat bersaudara itu.

Putri juga memasarkan Karupuak Baguak produksinya secara daring di Instagram @karupuak_baguak, Google Bisnis dan di Mini Market kampusnya.

Karupuak Baguak produksi Putri merupakan siap saji dengan harga sangat terjangkau hanya Rp 6 ribu per bungkusnya.

"Harga murah dan terjangkau kantong mahasiswa sebagai camilan mereka," pungkasnya.

Putri merupakan salah satu mahasiswa berpertasi yang lahir dari rahim program Saga Saja yang dimulai sejak awal kepemimpinan Genius Umar-Mardison Mahyuddin pada 2018 lalu. (Desi/OLP)