Jambu Biji dan Jahe Padangpariaman Raup Untung Selama Pandemi

Foto: istimewa/internet
Ampalu - Selepas PSBB, tatanan normal baru atau new normal telah diberlakukan di Padangpariaman sejak 8 Juni lalu. Aktivitas ekonomi mulai dibangkitkan dan masyarakat mesti menjalankan protokol Covid-19 agar terhindar dari coronavirus.

Meski mayoritas ekonomi masyarakat terpuruk sejak pandemi coronavirus, tidak bagi petani jambu biji merah di Nagari Lareh Nanpanjang. Justru permintaan jambu biji naik berkalilipat di masa pandemi Covid-19.

"Jambu biji merah kaya akan vitamin C, vitamin A serta vitamin B1. Kandungan lainnya seperti kalsium, fosfor dan serat - kesemuanya itu diperlukan tubuh untuk memperkuat imunitas di masa pandemi covid-19," kata Bupati Padangpariaman Ali Mukhni di Paritmalintang, Jumat (19/6).

Selain jambu biji, kata Ali Mukhni, permintaan jahe juga sangat tinggi. Pasokan jahe dari Padangpariaman tidak mencukupi pasar lokal dan akibatnya petani jahe diuntungkan dengan kenaikan harga yang berkali-kali lipat. Petani jahe di Padangpariaman mayoritas juga masih bersifat rumahan.

Ali Mukhni berharap sektor ekonomi lainnya akan segera pulih di masa new normal asalkan masyarakat disiplin menjalankan protokol Covid-19.

"Ekonomi mulai digeliatkan namun masyarakat wajib disiplin menjalankan protokol Covid-19. Insya Allah dengan kebersamaan ekonomi kita mampu bangkit," pungkasnya.

Walinagari Lareh Nanpanjang, Zainal mengatakan, masyarakatnya telah menanam jambu biji sejak 11 tahun lalu, persisnya pasca gempa 2009.

Masyarakat di sana hingga kini tetap merawat dan terus menanam jambu biji. Pasokan jambu biji di berbagai pasar lokal mayoritas dipasok dari Lareh Nanpanjang.

"Kualitas jambu biji Lareh Nanpanjang sangat baik dan paling dicari pemasok," ungkapnya.

Karena manfaat jambu biji baik untuk kesehatan - apalagi untuk imunitas tubuh - pihaknya akan memprogramkan wisata buah jambu biji sebagai potensi wisata agro di nagari tersebut. (OLP)