Salurkan BLT, Genius: Data Penerima Ditempel di Kantor Desa

Foto: Dewi
Pariaman - Pemko Pariaman cairkan bantuan langsung tunai (BLT) jaring pengaman sosial dampak Covid-19 tahap pertama di Balai Kuraitaji, Pariaman Selatan, Kamis (30/4).

Walikota Pariaman Genius Umar secara simbolis berikan buku rekening kepada salah seorang penerima BLT, kemudian memasangkan stiker di rumah warga penerima BLT tersebut.

"Ini bantuan tahap pertama dan selanjutnya akan cair secara keseluruhan di awal Mei ini (minggu pertama Mei)," kata Genius Umar.

Penyaluran BLT kepada masyarakat melalui perantara PT Pos, Bank BRI dan Bank BNI. Pihak Bank juga telah bekerja sama dengan beberapa BUMDes untuk memperlancar penyaluran BLT. Tidak akan ada pemungutan administrasi saat penyaluran BLT.

Genius juga memastikan tidak ada KK yang akan menerima bantuan ganda karena pihaknya telah melakukan verifikasi selama dua kali. BLT bagi warga Pariaman bersumber dari Kemensos, provinsi, APBD Kota Pariaman dan dana desa.

"Kita sudah melakukan pengecekan data sampai ke tingkat bawah sehingga kemungkinan dua kali penerimaan bantuan pada orang yang sama tidak akan ditemui," tuturnya.

Besaran BLT yang akan diterima lebih dari 19,5 ribu KK tersebut adalah Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan terhitung April, Mei dan Juni.

"Bagi rumahnya yang sudah diberi stiker sebagai tanda penerima BLT sudah bisa mengambil bantuan tersebut di tempat yang ditunjuk dan semua proses pengambilan bantuan tidak dikenakan biaya apapun," jelasnya.

Genius Umar kembali mengimbau kepada warga Pariaman agar tidak terpancing isu. Data penerima BLT bisa dilihat karena ditempel di kantor desa dan kelurahan masing-masing.

"Bila ada yang belum terdata namun layak mendapat bantuan segera laporkan ke kantor desanya untuk didata kembali dan akan diberi bantuan," tegasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Barat, Syafrizal, memuji langkah cepat Pariaman menyalurkan BLT kepada masyarakat terdampak ekonomi imbas Covid-19.

Ia menegaskan BLT Rp 600 ribu per bulan, akan diterima untuk tiga bulan ke depan dengan total Rp 1.8 juta masing-masing KK.

“Bantuan sosial ini diberikan selama 3 bulan dengan nominal Rp 600 ribu per kepala keluarga setiap bulan yang akan ditransfer ke rekening masing-masing warga yang menerima,“ kata dia.

Di Sumatra Barat, kata dia, ada 7 jenis bantuan untuk warga baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten kota. Antara lain bantuan program keluarga harapan, sembako, prakerja, bantuan dari Kementerian Sosial, Kementerian Desa, Provinsi Sumbar, dan Pemkab/Pemkot.

"Satu keluarga mendapat satu jenis bantuan," jelas dia.

Ia berharap dengan telah dicairkannya bantuan sosial ini oleh Kota Pariaman, daerah lainnya jadi terpacu untuk kembali melengkapi datanya sehingga bantuan sosial bisa dicairkan dengan segera. (Juned/OLP)