Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perantau Terdata Lewat Jalur Tikus Masuk Padangpariaman

29 April 2020 | 29.4.20 WIB Last Updated 2020-04-29T06:19:22Z
Foto: istimewa
Pariaman - Sejak diberlakukannya PSBB dan larangan mudik, sebagian perantau mencari akal agar tetap tiba di kampung halaman. Mereka umumnya masuk Padangpariaman melewati jalur tikus.

"Kini sejumlah petugas mengawasi jalur tikus. Satu dua kendaraan perantau sempat lolos," kata kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Yutiardi Rivai melalui sambungan telepon, Rabu (29/4).

Meski lolos, kata Yutiardi, sesampai di kampung halamannya mereka langsung didata oleh perangkat nagari setempat. Bekerjasama dengan tenaga medis puskesmas, kata dia, perantau tersebut langsung dicek kesehatannya, kemudian wajib menjalani isolasi mandiri 14 hari di rumah.

"Jika ada gejala penyakit kita tetapkan PDP (pasien dalam pengawasan) dan langsung kita uji swab ke RSUD Pariaman," terang dia.

Yutiardi menyebut pihaknya tidak akan pernah mengembalikan perantau tersebut setiba di kampung. Hal tersebut bertentangan dengan norma dan budaya Minangkabau.

"Kita orang Padangpariaman tidak seperti itu. Mereka dunsanak kita, namun kita tegaskan wajib isolasi dan jika membandel akan dijemput paksa petugas bersama polisi," tuturnya.

Meski demikian, kata Yutiardi, telah terjadi penurunan drastis perantau pulang kampung sejak diberlakukannya PSBB dan larangan mudik. Hal tersebut menurutnya meringankan beban Sumatra Barat dalam mitigasi Covid-19.

"Bandara BIM kan sudah tutup bagi penumpang. Sejumlah perbatasan wilayah provinsi juga dijaga petugas. Lolos satu dua orang masih bisa dipantau melalui perangkat nagari. Ini penurunan jumlah signifikan dibanding sebelum PSBB dan larangan mudik yang saat itu ribuan perantau masuk Sumbar per hari," kata dia.

Ia berharap kondisi tersebut lebih memudahkan pihaknya mengatasi Covid-19 di Padangpariaman. Ia juga mengimbau agar masyarakat disiplin menjalankan protokol PSBB demi penanganan wabah corona di Padangpariaman.

"Kerjasama seluruh pihak diperlukan saat ini," pungkasnya. (OLP)
×
Berita Terbaru Update