Pasien Covid-19 Padangpariaman: Kondisi TA Kian Membaik

Foto: AWT
Sintoga - Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman Yutiardi Rivai berkomentar tentang kondisi TA, 18, pasien positif Covid-19. Ia menyatakan kondisi TA saat ini dalam keadaan sehat dan sedang lakukan isolasi mandiri 14 hari di rumahnya di Kecamatan Sintoga Padangpariaman.

"TA sudah lama tidak keluar rumah sejak dinyatakan positif dari hasil uji labor Unand. Kondisi TA saat ini sehat dan tanpa gejala Covid-19," kata Yutiardi saat menggelar jumpa pers bersama perangkat kecamatan dan nagari setempat, Jumat (3/4).

Karantina mandiri adalah sesuai dengan standar WHO bagi pasien positif yang tidak menunjukan gejala, gejala ringan dan gejala moderat. Dari data Kementerian Kesehatan kurang dari 5 persen pasien positif corona yang dirawat intensif. Sementara kematian diakibatkan oleh daya tahan tubuh yang lemah karena faktor lanjut usia dan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, gagal ginjal dan penyakit akut lainnya.

Yutiardi bilang, TA hingga saat ini selalu menuruti semua anjuran pihak kesehatan yang rutin memantaunya. Ia melakukan isolasi menadiri dengan taat dan tidak pernah keluar rumah sejak awal isolasi mandiri.

Bahkan menurut Yutiardi, pihak keluarga dan niniak mamak setempat memaklumi apa yang dilakukan pemerintah demi kebaikan bersama. Masyarakat sekitar bahkan memberikan perlindungan sosial hingga kondisi TA dinyatakan kembali sehat dari Covid-19. TA tinggal serumah dengan ibu dan neneknya. Ibu dan neneknya hingga saat ini dinyatakan negatif Covid-19.
 Meski demikian, ibu dan nenek TA juga tidak keluar rumah dan dianjurkan tetap di rumah saja.


"Pemerintah rutin memberikan kebutuhan pokok, asupan gizi dan suplai vitamin untuk tiga hari ke depan secara berkelanjutan selama empat belas hari sesuai dengan SOP yang telah ditepakan pemerintah dalam menghadapi pasien Covid-19," pungkasnya.

Camat Sintoga Asyari mengimbau masyarakatnya agar tidak panik dan tetap menjaga kesehatan dengan menjaga asupan gizi, rajin cuci tangan pakai sabun dan olahraga yang cukup.

Pihaknya hampir tiap hari melakukan sosialisasi dengan mobil keliling sosialisasikan hal tersebut. Ia juga meminta masyarakat melakukan sosial distancing sebagaimana imbauan pemerintah pusat.

"Kami juga sudah lakukan penyemprotan desinfektan di berbagai fasilitas umum di wilayah Sintoga. Kesadaran masyarakat menaati imbauan pemerintah akan terhindar dari Covid-19," kata dia.

Kronologi kemungkinan TA terpapar Covid-19 versi Kepsek SMK 1 Sintoga

Menurut kepala sekolah SMK Negeri 1 Sintoga Busraini Lubis, TA salah satu dari 328 siswa yang mengikuti praktek kerja lapangan (PKL) di hotel Pusako Bukittinggi pada 2 Desember hingga 31 Maret 2020.

Namun karena Pandemi Covid-19, ia mempercepat masa PKL hingga 24 Maret. Pada 24 Maret seluruh siswa PKL dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Saat itu ia memerintahkan guru pendamping untuk memeriksakan kesehatan seluruh siswa PKL di puskesmas terdekat. Jika ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan ia mengimbau guru pendamping melaporkannya ke pihak sekolah.

"25 Maret TA sudah di rumah. Pada 26 Maret TA merasa kurang enak badan dan dibawa ke RSUD Pariaman. Di RSUD TA dirawat hingga 30 Maret. Kemudian hasil uji labornya keluar dan TA diminta istirahat di rumah hingga 14 hari ke depan," kata dia.

"Hingga kini TA di rumah dan alhamdulillah kondisinya sehat. Ia akan menjalani masa isolasi mandiri hingga dinyatakan sehat oleh tim medis," pungkasnya. (Tim/OLP)