Aktifkan Pos Perbatasan, Ali Mukhni Perkuat Antisipasi Covid-19

Ali Mukhni ukur suhu tubuh saat meninjau salah satu pos perbatasan penanganan Covid-19. Foto: AWT
Parit Malintang - Pemkab Padangpariaman dirikan tiga pos penanganan Covid-19 di perbatasan kabupaten sejak Rabu, 1 April lalu. Sejumlah petugas gabungan akan berjaga 24 jam di posko tersebut.

Pos didirikan di tiga titik perbatasan, seperti Padangpariaman - Tanah Datar di Kayu Tanam, Padangpariaman - Agam di Batang Gasan dan Tandikek Utara.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan pengaktifan pos perbatasan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Padangpariaman. Di pos tersebut sejumlah petugas medis akan mengukur suhu tubuh penyintas menggunakan thermo kit test. Tes kit lainnya juga disediakan di pos-pos tersebut.

"Kami menyiagakan 15 petugas gabungan di tiap pos perbatasan. Setiap penyintas akan diukur suhu tubuhnya, cek kesehatannya dan didata. Dari pendataan di perbatasan kita bisa lakukan antisipasi dini," kata Ali Mukhni di Parit Malintang, Selasa (7/4).

Dengan memaksimalkan pendataan di posko perbatasan, imbuh Ali Mukhni, akan diketahui jumlah pendatang dan nagari yang akan dituju ketika mereka tiba di Padangpariaman. Sehingga dari data perbatasan ketika dikirim ke nagari, pihak nagari pun sudah memiliki data valid tentang daerah kedatangan dan kesehatan para pendatang di nagarinya.

Selain itu, imbuh Ali Mukhni, bagi pendatang dari wilayah zona merah virus corona di Indonesia, diwajibkan melakukan isolasi diri selama 14 hari di rumah masing-masing meski tidak memiliki gejala sama sekali.

"Penyebaran Covid-19 di dunia justru banyak oleh OTG (orang tanpa gejala). Untuk itu kita mengaktifkan protokol karantina mandiri bagi pendatang dari wilayah zona merah Covid-19. Pihak nagari dan dinas kesehatan telah sinergi dalam hal ini," imbuh Ali Mukhni.

Karantina mandiri 14 hari bagi pendatang dan perantau setiba di Padangpariman, imbau Ali Mukhni hendaknya dilakukan secara sadar oleh orang bersangkutan.

"Kedisiplinan adalah kunci dalam pencegahan Covid-19. Virus corona harus dicegah dengan langkah-langkah yang masive," tuturnya.

Ali Mukhni mengimbau agar masyarakat Padangpariaman tetap tenang dan tidak panik. Ia meminta masyarakat disiplin melakukan sosial distancing, mengindari keramaian dan tetap di rumah jika tidak ada keperluan di luar.

"Perkuat jaring komunal. Jangan curiga berlebihan. Rajin cuci tangan pakai sabun, gunakan masker saat keluar rumah dan yang terpenting jaga kesehatan dengan asupan bergizi," sebutnya.

Posko Perbatasan Covid-19 selain siaga petugas kesehatan, BPBD, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, juga dijaga oleh 2 orang tentara dan 2 orang polisi di masing-masing pos perbatasan.

Di pos-pos tersebut juga disediakan alat kesehatan, cairan desinfektan, hand sanitizer, APD bagi petugas jaga dan peralatan mobilitas dan pendukung lainnya.

Pemkab Padangpariaman klaim telah melakukan beberapa persiapan untuk penanganan Covid-19 di antara pengadaan APD seperti masker, handsanitizer dan disenfektan yang dipersiapkan hingga Oktober mendatang yang akan dibagikan kepada masyarakat melalui nagari-nagari. (Tim/OLP)