Imbas Corona, Pengunjung Pariaman di Perbatasan Akan Ditermo

Wawako Pariaman Mardison Mahyuddin cek posko siaga Covid-19 di berbagai lintas batas kota. Foto: Erwin
Pariaman - Pemko Pariaman dirikan posko pemantauan Covid-19 di perbatasan kota dengan kabupaten Padangpariaman.

Di tiap posko disiagakan petugas medis, polisi dan TNI serta Gugus Tugas Covid-19 Pariaman. Posko dibuka 24 jam. Posko didirikan di empat titik masuk ke Kota Pariaman.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman Azman mengatakan, petugas jaga nantinya akan mengecek suhu tubuh dan menyemprotkan disinfektan ke orang dan kendaraan yang akan memasuki wilayah Pariaman.

"Posko dilengkapi cairan penyemprotan disinfektan, termometer deteksi suhu, mobil ambulance dan pelayanan kesehatan," kata Azman di Pariaman, Selasa (31/3).

Dia bilang jika ada Orang Dalam Pemantauan (ODP) maka pihaknya akan meminta orang tersebut mengisolasi diri di rumahnya masing-masing selama 14 hari ke depan.

"Kita juga menyiapkan petugas kesehatan yang akan menangani ODP. Petugas medis yang akan menentukan apakah ODP cukup isolasi mandiri atau dirujuk ke RSUD Pariaman," kata dia.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan kesehatan menjadi garda terdepan dalam upaya mencegah dampak COVID-19 di Kota Pariaman.

"Kita harus clearkan alur pelayanan dalam penanganan dan pencegahan Covid-19,“ kata Genius.

Genius mengatakan sesuai instruksi Gubernur Sumatera Barat, RSUD Pariaman - milik Pemprov Sumbar - yang berlokasi di jantungnya kota Pariaman, resmi jadi rumah sakit rujukan bagi pasien virus corona.

“Jika ternyata nanti ada pasien yang positif corona akan dirujuk ke RSUD Pariaman. Bagi pasien lainnya akan dipindahkan ke RSUD dr Sadikin dan rumah sakit swasta yang ada di Kota Pariaman," kata Genius. (Erwin/OLP)