Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Budaya Lokal

15 Januari 2020 | 15.1.20 WIB Last Updated 2020-01-15T01:43:32Z
Foto ilustrasi: istimewa
Oleh: Jecki Andre Saputra/1820862017
Mahasiswa S2 Ilmu komunikasi Unand

  










Banyak sudut pandang penafsiran globalisasi. Ada orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya seperti perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi merupakan upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya.

Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dijelaskan oleh Barker (2004) bahwa globalisasi adalah koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarahkan ke seluruh dunia, dan merasuk ke dalam kesadaran manusia.

Awalnya Proses perkembangan globalisasi ditandai dengan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak dari globalisasi. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor yang ada dalam kehidupan seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain.

Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di seluruh bumi manapun dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat melahui handphone. Hal inilah yang akan jadi interaksi antarmasyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu dengan lain, terutama pada kebudayaan daerah seperti kebudayaan asing yang sama sekali tidak cocok dengan kultur kita dan lain sebagainya.

Globalisasi juga berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya fashion, lifestyle dan lainnya.

Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Budaya Lokal

Terjadinya perubahan budaya di dalam masyarakat tradisional, yaitu perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme dan norma sosial merupakan salah satu dampak dari adanya globalisasi.

Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh.

Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah semakin terasa. Sekarang ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di TV yang bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun televisi Tanah Air. Belum lagi siaran internasional yang bisa ditangkap melalui parabola atau melalui TV streaming.

Ini tentunya akanmenimbulkan pengaruh besar bagi sistem sosial dan budaya lokal yang ada di negara kita. Pengaruh budaya barat yang berjalan dengan cepat juga akan menimbulkan terjadinya gejolak sosial atau culture shock: yaitu suatu keadaan dimana masyarakatnya tidak mampu atau tidak siap menahan berbagai pengaruh budaya-budaya luar yang masuk.

Sehingga, terjadin ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat dalam suatu negara. Selain adanya krisis globalisasi yang terjadi akibat masuknya budaya luar ke dalam suatu negara juga menimbulkan multi efek yaitu perkembangan ternologi dan masuknya budaya luar kedalam masyarakat. Tanpa kita sadari perlahan-lahan telah menghancurkan budaya lokal yang ada di negara tersebut.

Dengan rendahnya pengetahuan menimbulkan akulturasi kebudayaan yang tidak sesuai dengan norma atau nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Masuknya budaya barat juga tanpa disaring terlebih dahulu oleh masyarakat dan kita terima secara mentah atau apa adanya akan mengakibatkan terjadinya degredasi yang besar bagi kebudayaan asli suatu negara. Arus yang ditimbulkan dari budaya globalisasi yang sudah mengakar dan mendarah-daging pada pola fikir masyarakat +62 ini.

Jika dilihat dari budaya konsumtif, instan, gaya hidup dan lain-lain. Budaya globalisasi tidak dapat dibendung, ditentang, apalagi ditolak. Seharusnya yang kita lakukan sekarang ini adalah bagaimana budaya globalisasi mendatangkan manfaat bagi budaya Indonesia, serta bagaimana memfilterisasi budaya tersebut yang mempengaruhi pada pola fikir kebudayaan bangsa Indonesia.

Sebagai contoh, orang Indonesia secara historis telah mengenal istilah gotong-royong. Kehidupan sosial dalam bertetangga dilandaskan atas tenggang rasa dan saling tolong-menolong.

Dulu, apabila ada kebakaran tetangga bergotong royong dengan petugas pemadam memadamkan api, nah sekarang terlihat jelas apabila ada kebakaran para tetangga malah menolong dengan upload ke instastory mereka seraya berdoa ”Ya Allah tabahkan hati korban”. Apakah hanya dengan upload instastory api akan padam?

Dapat kita simpulkan dampak negatif globalisasi terhadap budaya lokal bangsa Indonesia yaitu:

1. Informasi yang tidak tersaring.
2. Perilaku konsumtif.
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit dan anti sosial.
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk.
5. Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara.

Dampak negatif globalisasi harus menjadi alarm aktif bagi negara kita. Di satu sisi kita memiliki identitas nasional yang bisa menjadi modal untuk melawan prinsip-prinsip globalisasi yang merugikan. (*)
×
Berita Terbaru Update