Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Suhatri Bur Prihatin Peringkat LGBT Padangpariaman Nomor 3 di Sumbar

22 November 2019 | 22.11.19 WIB Last Updated 2019-11-22T02:21:20Z
Foto: ASM
Parit Malintang - Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur cemaskan peringkat LGBT di Padangpariaman yang terus naik hingga ke peringkat ketiga di Sumatera Barat.

Ia menyoroti kurangnya perhatian orangtua, lingkungan dan faktor genetik sebagai penyebabnya. Persoalan tersebut seiring dengan tingginya angka pengidap HIV/Aids di Padangpariaman. Dari 43 kasus penderita HIV/Aids, kini bertambah menjadi 52 orang.

"Ini merupakan permasalah serius yang harus diperhatikan. Diperlukan peran aktif orangtua, camat, kepala puskesmas dan wali nagari untuk bersama-sama mencegah penularan LGBT khususnya pada anak-anak di wilayah masing-masing,” kata Suhatri Bur pada Penyuluhan Pencegahan LGBT bagi Camat, Kepala Puskesmas, Walinagari dan Forum Anak se Kabupatan Padangpariaman, Rabu (20/11) di Hall Kantor Bupati Padangpariaman.

Ia mengatakan penyuluhan yang dilakukan saat itu sebagai salah satu upaya kita untuk melindungi anak-anak Padangpariaman dari bahaya kekeran secara seksual yang dapat menjerumuskan ke LGBT.
 

"Sebagaimana kita ketahui bersama ancaman kekerasan seksual terhadap anak-anak tidak hanya datang dari orang dewasa bahkan sudah menjurus kepada pelaku anak-anak,” sambungnya.

Ia berharap semua lapisan masyarakat Padangpariaman mendukung dan berkomitmen untuk menjadikan Padangpariaman sebagai kabupaten yang layak anak dan dapat mengurangi kasus LGBT yang ada.

Meski demikian, aa memuji Dinas Sosial Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan anak (Dinsos P3A) atas kerja keras yang dilakukan sehingga Padangpariaman menerima penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak pada Kategori  Pratama.

"Ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah terhadap upaya perlindungan anak," pungkasnya.

Sekretaris Dinsos P3A, Amril mengatakan pihaknya melalui forum tersebut ingin mengajak semua pihak mengurangi maraknya LGBT yang diakibatkan oleh kekerasan seksual terhadap anak.

"Sehingga dapat mencegah penyebaran LGBT dan untuk menekan angka kejahatan seksual pada kalangan remaja di Kabupaten Padangpariaman," kata dia. (Tim/OLP)
×
Berita Terbaru Update