Jabarkan Visi-Misi Tanpa Teks, Wali Feri Getarkan Kantor DPC Gerindra

Foto: OLP
Lubuk Alung - Bakal calon bupati Padangpariaman Tri Suryadi alias Wali Feri paparkan visi misi tanpa pembacaan teks di hadapan panitia penjaringan calon bupati dan wakil bupati DPC Partai Gerindra Padangpariaman di Lubuk Alung, Sabtu (23/11).

Foto: OLP
Legislator Sumbar dari Gerindra itu mengatakan dirinya akan fokus pada sektor kerakyatan jika terpilih menjadi bupati Padangpariaman periode 2020-2025 di Pilkada 2020 mendatang.

Mengusung visi 'membangun Padangpariaman yang sejahtera dan berbudaya', Wali Feri menekankan pentingnya membangun Padangpariaman dari bawah. Ia akan fokus pada sektor kerakyatan seperti pertanian, perikanan, pariwisata berbasis nagari dan ekonomi kreatif.

"Jangan bawa rakyat bermimpi yang muluk-muluk, ingin bangun ini dan itu. Mari kita realistis. Pembangunan Padangpariaman harus fokus pada kesejahteraan masyarakatnya sendiri. Sistem pembangunan yang mengakar dari bawah harus kita jalankan," ungkap Wali Feri disambut tepuk tangan panitia penjaringan DPC Gerindra Padangpariaman.

Pada sektor pendidikan, mantan Walinagari Pilubang Sungai Limau itu ingin mengejar ketertinggalan Padangpariaman yang saat ini menurutnya terpaut satu angka di atas Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Apa yang salah pada sektor pendidikan kita? Tentu sistemnya. Jika sistemnya tidak diperbaiki maka program  pendidikan apapun akan gagal dijalankan," sambung mantan aktivis 98 itu.

Pria kelahiran 1973 ini juga ingin mengembangkan sektor pariwisata Padangpariaman yang selama ini kurang sentuhan. Bermodal sumber daya alam yang memadai, pengembangan wisata Padangpariaman yang berbasis pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan, bukanlah hal yang muluk.

"Di Sumatera Barat, potensi wisata kita paling lengkap. Kita punya garis pantai sepanjang 60 km, perbukitan, lembah dan air terjun, kekayaan kuliner dan lain lain. Ini mesti digarap maksimal. Potensi ini wajib bangkit karena sektor pariwisata mempunyai daya ungkit ke sektor-sektor lainnya," imbuh mantan anggota DPRD Padangpariaman 2014-2019 itu.

Wali Feri juga menyinggung pentingnya pembangunan sumber daya manusia di era teknologi informasi saat ini. Dengan bonus demografi saat ini, pendidikan dan pelatihan non formal perlu digalakkan kepada generasi muda Padangpariaman.

"Untuk menggapai semua itu, sebagaimana pesan Pak Prabowo: tanpa rebut kekuasaan kita tidak bisa merubah sisitem. Jabatan kepala daerah harus kita ambil agar cita-cita tersebut bisa terwujud," suara Wali Feri bergetar disambut riuh tepuk tangan panitia penjaringan DPC Gerindra Padangpariaman.

Sekretaris Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman DPC Partai Gerindra Padangpariaman, Syafrizal mengatakan sejak penutupan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati oleh DPC Gerindra Padangpariaman pada 15 November lalu, telah 15 bakal calon yang mendaftarkan diri.

Dari 15 bakal calon tersebut, 11 orang di antaranya telah menjabarkan visi dan misinya ke DPC Gerindra Padangpariaman. Selanjutnya, kata Syafrizal, pihaknya akan membawa seluruh berkas bakal calon dan dokumen penjabaran visi-misi oleh bakal calon ke DPD Gerindra Sumatera Barat pada 30 November mendatang untuk diteruskan ke DPP Gerindra di Jakarta.

"Penentuan siapa calon yang akan diusung oleh Gerindra ditentukan oleh DPP. Mereka yang akan memutuskan. Tentu dengan pertimbangan elektabilitas dan perjuangannya satu visi dengan partai," kata dia.

Gerindra Padangpariaman sendiri merupakan pemenang pada pemilu legislatif di Padangpariaman. Dari 40 kursi DPRD, Gerindra Padangpariaman sukses menempatkan 7 orang kadernya di DPRD Padangpariaman.

Untuk mengusung pasangan calon di Pilkada Padangpariaman, Gerindra wajib melakukan koalisi dengan parpol lain. Dengan 7 kursi yang ada, Gerindra hanya butuh satu kursi lagi untuk mencapai kuota 20 persen kursi DPRD sebagai syarat admistrasi bisa mendaftarkan pasangan calon kepala daerah ke KPU. (OLP)