Pelanggaran Lalulintas Meningkat, Mardison Sosialisasikan Keselamatan Berkendara ke Sekolah

Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Muhammad Sugindo
Pariaman  Satuan Polisi Lalulintas Kepolisian Resor (Polres) Pariaman melakukan sistim hunting untuk menindak pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Pariaman. 

Penindakan pelanggaran hunting setiap harinya, terbukti berpengaruh menekan angka kasus kecelakaan lalu lintas.   

"Paradigmanya kecelakaan lalulintas selalu diawali dengan pelanggaran lalulintas. Apabila masyarakat patuh kemungkin terjadinya lakalantas terminimalisir," terang Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Muhammad Sugindo di Pariaman, Kamis (22/8).   

Ia memaparkan pada semester satu, rentang bulan Januari hingga Juni 2019 terjadi sebanyak 87 kasus lakalantas. 

Kasus lakalantas ini turun hingga 12 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya dengan 99 kasus lakalantas.

"Hunting yang kita mulai sejak beberapa bulan ini efektif. Secara statistik jumlah kasus lakalantas menurun," paparnya.

Menurut dia, penindakan pelanggaran dengan sistim hunting efektif mengedukasi dan memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar aturan lalulintas.

Pasalnya, dengan sistim hunting ini pelanggaran lebih banyak ditemukan jika dibandingkan melakukan razia stasioner atau terpusat.

"Kadang kita razia stasioner di satu titik, masyarakat menghindarinya. Jadi kita tidak bisa menegur ataupun melakukan tilang. Namun dengan hunting kita menemukan pelanggaran, langsung ditindak. Apakah ditegur atau ditilang," lanjutnya.

Ditambahkan Sugindo, pelanggaran lalu lintas pada semester satu 2019 mengalami kenaikan dibandingkan pada semester satu tahun 2018. 

Tercatat pada tahun 2019 pihaknya mengeluarkan 2.804 surat tilang dan teguran sebanyak 410.

Meningkatnya jumlah pelanggaran menandakan keaktifan kepolisian melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.

"Untuk jumlah pelanggaran memang meningkat karena kami rutin hunting. Karena itu banyak kami menemukan pelanggaran lalu lintas," imbuh Sugindo.

Disamping itu pihaknya meminta agar pihak terkait juga mendukung sosialisasi ketertiban dan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

"Semua elemenlah ya. Misalnya ada sosialisasi sekolah dan di kampus, di desa dan di komunitas masyarakat. Dengan sosialisasi yang dilakukan, masyarakat paham pentingnya tertib berlalu lintas," pungkasnya.

Terpisah, Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyudin mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman baru-baru ini berkunjung ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Pariaman guna mensosialisasikan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

"Kami ada program sosialisasi ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Kemarin ini sasarannya adalah pelajar SMA. Hal itu kami lalukukan karena ada data menunjukkan pelanggaran lalu lintas banyak dilakukan pelajar," ujarnya.

Mardison mengimbau agar orangtua pelajar agar belum memfasilitasi anak dengan sepeda motor, meskipun untuk pergi ke sekolah.

"Sekolahnya sudah ada pelayanan bus gratis. Sebaiknya pelajar jangan mengendarai sepeda motor, lebih baik datang dan pulang sekolah menumpang bus sekolah gratis saja," imbaunya. (Nanda).