Hendra Aswara Turun ke Lapangan Cari Keluarga Miskin yang Pantas Terima Bansos

Hendra Aswara serahkan bantuan logistik dan peralatan dapur kepada Sinel, warga miskin di Nagari Batu Gadang, Foto: istimewa
Pariaman - Keluarga miskin bernama Sinel, 47, beralamat di Nagari Batu Gadang, Sungai Geringging sehari-hari mengumpulkan buah pinang dengan suaminya sebagai buruh tani. Ibu tiga anak penderita gondok itu menerima bantuan logistik dan perlengkapan dapur seperti beras, gula, minyak, selimut, lauk pauk dan kain dari dinas sosial.

Saat ini ia telah masuk dalam Basis Data Terpadu setelah didatangi Pendamping PKH Padangpariaman. Saat dinas sosial masih menunggu keputusan dari Kemensos.

Sinel mengucapkan terima kasih atas kedatangan pemerintah memberikan bantuan kepadanya. Didampingi dua putrinya, perempuan itu mengaku senang.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kabupaten Padangpariaman memang tengah gencar dalam menjalankan program Jujurin Saja atau Jujur Miskin Sadar Sejahtera.

"Di Sungai Geringging kita temui dua keluarga. Pertama, keluarga miskin yang belum menerima bantuan PKH dan kedua keluarga sudah mampu yang ingin keluar sebagai penerima bantuan PKH," kata Kepala DinsosP3A, Hendra Aswara didampingi Kabid Linjamsos Aprizondi Sukses Mulia, Kasi PKH Maslinda Roza dan Pendamping PKH di Kecamatan Sungai Geringging, Jumat (30/8)

Tekait keluarga miskin seperti Sinel, Hendra menyarankan agar pemerintah nagari setempat membantu membuatakn proposal modal usaha dan rumah tidak layak huni kepada Baznas.

"Padangpariaman peduli terhadap warga seperti ibu Sinel, kita manfaatkan sumber bantuan yang ada untuk memperbaiki ekonominya," kata kepala dinas termuda di Padangpariaman itu.

Lepas dari Sinel, Hendra bersama timnya mengunjungi Refnadevi, 38, warga Nagari Malai III Koto, Sungai Geringging yang telah sejahtera. Refnadevi ingin keluar sebagai penerima bantuan PKH.

Dia sebelumnya tercatat penerima bantuan sejak 2014 dan bekerja keras untuk keluar dari kemiskinan. Ia ingin bantuan tersebut dapat dialihkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Refnadevi mengatakan bahwa saat ini ia dan suaminya ada usaha menjual kelapa dan kopra. Usaha tersebut berjalan lancar dan mendatangkan rezeki bagi keluarganya.

"Dulu kami penerima bantuan PKH, sekarang kami sudah mampu dan ingin bantuan tersebut diserahkan kepada yang berhak," kata dia.

Kabid Linjamsos, Aprizondi menuturkan bahwa Ref dan suaminya merasa sudah mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Ia secara sadar mengundurkan diri sebagai penerima PKH dan meminta bantuannya dialihkan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat sudah sejahtera atau mampu untuk keluar dari penerima PKH seperti Refnadevi.

Aprizondi mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak dan media yang telah bekerja sama dalam sukseskan program penanganan kemiskinan.

"Inovasi Jujurin Saja akan sukses jika seluruh stakeholders bekerja sama dan saling mendukung," kata dia. (Tim)