Bursa Pilkada Padangpariaman: Nama Wali Feri Kian Santer dari Tokoh Muda

Tri Suryadi, SE.
Anggota DPRD Sumbar terpilih masa jabatan 2019 - 2024, Tri Suryadi, akan dilantik pada Rabu 28 Agustus sebagai anggota DPRD Sumbar dari Partai Gerindra. Meski baru akan dilantik, putra ke-8 dari 9 bersaudara Datuak Rekan Bandaro Kawit itu, namanya ikut masuk dalam radar bursa Pilkada Padangpariaman 2020.

Dalam tinjauan yang dilakukan Pariamantoday.com, nama mantan anggota DPRD Padangpariaman periode 2014-2019 ini, juga masuk dalam jaring lembaga survei untuk diukur tingkat keterpilihannya. 


Wali Feri bersama istri dan dua buah hatinya. Foto: istimewa
Meski hasilnya belum keluar, pria yang karib disapa Wali Feri ini, kerapkali disebut-sebut sebagai salah satu tokoh muda yang pantas. Lalu bagaimana tanggapan pria kelahiran Bangkinang, Riau 31 Juli 1973 itu.

Ketua Harian Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Padangpariaman yang mendirikan posko pemenangan untuk Prabowo-Sandi pada Pilpres lalu ini, tidak menampik hal tersebut. Namun ia mengaku hingga saat ini belum memutuskan apapun terkait pilihan politiknya di Pilkada Padangpariaman akan datang. Kegiatannya saat ini lebih banyak menemui masyarakat Pariaman dan Padangpariaman dalam rangka mengucapkan terima kasih sekaligus meminta doa restu menjelang akan dimulainya masa tugasnya di DPRD Sumbar.

"Sejauh ini memang ada beberapa tokoh masyarakat, tokoh rantau dan pemuda yang meminta saya maju. Namun untuk memutuskannya tentu tidak mudah, apalagi saya baru menerima amanah masyarakat sebagai anggota DPRD Sumbar," kata Wali Feri di Pariaman, Senin (26/8).

Selain itu, kata mantan Walinagari Pilubang di Kecamatan Sungai Limau 2010 hingga 2013 itu, selaku pengemban amanah rakyat dan kader Gerindra yang loyal, ia tidak bisa egois dalam megambil keputusan. Apalagi terkait keputusan politik. Pertimbangan masyarakat dan keputusan partai harus sejalan, apalagi pada 2020 Pilkada Padangpariaman berbarengan dengan Pilgub Sumbar.

"Tahun politik mesti disikapi secara bijak. Suasana kebatinan perlu juga dijaga karena akan banyak konflik kepentingan di sana," kata ayah dua orang anak itu.

Selaku partai pemenang pemilu tingkat Sumbar, kata suami dari Ernida Puspita ini, intensitas politik di tubuh partai kian meninggi. Akan banyak tokoh yang ingin merapat ke kapal Gerindra, baik sebagai calon di Pilkada Padangpariaman, maupun di Pilgub Sumbar. Kekompakan di antara kader sangat diperlukan menyikapi situasi tersebut.

"Ini juga perlu disikapi. Sikap tenang dilandasi dengan pengertian yang benar sangat diperlukan. Partai tidak boleh gegabah dan pragmatis dalam memutuskan nama setiap bakal calon yang akan diusung. Semuanya harus terukur dan bermuara kepada kepentingan rakyat. Itu yang sedang kami lakukan sekarang di Partai Gerindra," ujar Ketua Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PS-SMI) Kabupaten Padangpariaman dari 2014 hingga saat ini.

Atas dasar tersebut - mumpung Pilkada Padangpariaman masih menyisakan waktu - ayah dua anak ini ingin melihat seperti apa perkembangan politik ke depannya. Jika ia dinilai layak oleh masyarakat dan tergambar pada tingkat keterpilihan hasil survei lembaga politik yang kredibel, baru ia akan mengambil keputusan.

"Kita lihat dinamika ke depannya. Tapi satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan dilihat dari bentuk dan besar kecilnya jabatan. Saya pernah jadi ketua pemuda, wali korong dan kemudian walinagari. Semuanya saya jalani dengan sungguh-sungguh," ujar mahasiswa pasca sarjana Ilmu Sosiolgi dan Politik Universitas Andalas ini.

Menurut Dewan Kehormatan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Padangpariaman sejak 2017 ini, jika

 masyarakat memberikan amanah, secara otomatis orang yang dipih akan langsung memiliki tiga pertanggungjawaban sekaligus. Pertama tanggungjawab kepada Allah SWT, kedua kepada masyarakat dan ketiga tanggungjawab kepada diri sendiri.

"Tanggungjawab pemimpin itu dunia dan akhirat. Amat berat. Kita mesti bisa mengukur kemampuan diri kita sendiri," kata alumni Universitas Bung
Hatta Fakultas Ekonomi/Akuntansi 1999 itu.

Pilkada Serentak 2020 akan digelar pada 23 September 2020. Sebanyak 270 daerah akan memilih pemimpinnya. Terhitung 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota di seluruh penjuru Tanah Air.
 

Pendaftaran calon bupati dan walikota ke KPU daerah akan dimulai Maret 2020. Kemudian dilanjutkan dengan masa kampanye selama 81 hari yang dimulai dari 1 Juli hingga 19 September. (OLP)