BPOM Ingatkan Konsumen Pariaman Waspadai Kosmetik Pemutih

Foto: istimewa
Pariaman - Kaum perempuan berhati-hati dengan produk perawatan wajah dan kulit yang menjanjikan memutihkan kulit dan wajah. Hingga saat ini BPOM tidak mengenal kata-kata memutihkan dalam produk yang ada hanya tampak putih.

"Dalam perawatan wajah atau kulit, kami dari BPOM tidak mengenal kata "memutihkan" baik pada produk perawatan wajah maupun kulit. Yang ada hanya kata tanpak putih atau mencerahkan, ini yang benar. Jadi kaum perempuan harus waspada dengan produk perawatan yang menjanjikan memutihkan apalagi dalam waktu singkat," ujar Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri.

Hal itu diungkapkan Martin saat menjadi pembicara dalam pertemuan rutin bulanan GOW Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, kemarin. 

Hadir dan memberikan sambutan Ketua TP PKK Kota Pariaman, Lucyanel Arlym dan Ketua GOW Pariaman, Indriati serta utusan dari 32 organisasi wanita di Kota Pariaman.

Lebih lanjut Martin menjelaskan untuk mendapatkan kulit wajah yang tampak cerah itupun membutuhkan waktu lama, berbulan-bulan lamanya. 

Hingga seorang konsumen harus khawatir jika ada produk yang menawarkan produk perawatan kulit dan wajah, putih dalam waktu singkat. 

Untuk itu ia mengajak kaum perempuan harus lebih cerdas sebelum menggunakan kosmetik di antaranya dengan menggunakan metode Ceklik. 

Cek kemasan, label, izin edar dan tanggal kadaluarsa. Hal ini penting terhindar dari penggunaan kosmetik yang mengandung mercuri, rhodamin dan bahan berbahaya lainnya. 

BPOM, tambah Martin saat ini memang gencar melakukan pengawasan terhadap produk kosmetik, pangan dan obat-obatan. 

Bagi produsen yang melanggar kemudian sudah dibina namun tak juga jera, BPOM membawa kasus ini ke ranah hukum. 

Dari Januari hingga saat ini sudah ada dua kasus pangan, kosmetik dan kasus obat-obatan yang dibawa ke ranah hukum. 

Hal ini tentunya diharapkan memberi efek jera bagi produsen nakal yang menjual dan mengedarkan kosmetik, pangan dan obat-obatan yang tidak layak edar dan tidak memenuhi unsur kelayakan dan kesehatan.

Ketua GOW Pariaman, Indriati menyebut kegiatan bulanan ini selain untuk mengeratkan silaturrahmi antar anggota GOW dan antar 32 organisasi dibawah sekaligus ajang menambah ilmu pengetahuan. 

Sebab yang namanya perempuan, kata dia, tentu tak lepas dari upaya mempercantik diri.

"Nah di sinilah pentingnya kegiatan ini agar perempuan dan kaum ibu di GOW berhati-hati dalam menggunakan kosmetik," kata dia.


Kesehatan, kata dia tetap yang diutamakan. Dan sebagai konsumen mesti cerdas dalam memilih kosmetik. 

"Ceklik dulu seperti yang diajarkan oleh Kepala BPOM," ujarnya. (Nanda)