HUT Pariaman ke-17: Mengenang Sejarah Berdirinya Kota

Foto: istimewa
Pariaman - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pariaman ke-17 yang jatuh pada 2 Juli 2019.
Foto: istimewa


Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Pariaman, Faisal dan didampingi dua orang wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora dan Syafinal Akbar.
Foto: istimewa


Selain Walikota, Wakil Walikota Pariaman dan unsur Forkopimda Kota Pariaman, sejumlah tokoh masyarakat ranah dan rantau juga hadir. 

Faisal mengungkapkan kemajuan dan perkembangan Kota Pariaman saat ini tidak terlepas dari dukungan banyak pihak.

Menurut Faisal, kekompakan DPRD Kota Pariaman dengan walikota dan wakil walikota Pariaman di setiap periodenya ikut mendorong kelancaran pembangunan Kota Pariaman.

"Kita mendukung program Pemko Pariaman. Dari sisi fungsi pengganggaran, DPRD Kota Pariaman mengalokasikannya," ujarnya.

Ia mengharapkan agar duet Genius Umar dan Mardison Mahyuddin tetap berlanjut hingga berakhirnya periode kepemimpinan di tahun 2023 mendatang.

"Membangun daerah butuh kekompakan. Seiring dan sejalan," pungkasnya.

Tokoh masyarakat Kota Pariaman, Martias Mahyuddin dalam sambutannya mengatakan bahwa Pariaman mengalami perkembangan yang pesat setelah resmi terbentuk menjadi kota otonom.

Kala itu, kata dia, Pariaman masih berstatus sebagai kota administratif (kotif) dengan berbagai keterbatasan, termasuk kewenangan mengembangkan daerah.

"Setelah menjadi otonom, Kota Pariaman berkembang begitu cepat hingga saat ini," kata mantan Wakil Bupati Padangpariaman itu.

Martias mengatakan jika pengembangan Kota Pariaman menjadi kawasan wisata telah dimulai sejak lama.

Upaya itu, ungkapnya telah dimulai dari kerja keras mantan Bupati Padangpariaman, almarhum Anas Malik yang merubah Pantai Pariaman dari WC terpanjang menjadi pantai yang bersih.

"Sekarang perkembangan wisata sangat bagus. Wisatawan ke kota Pariaman sangat ramai, kereta api penuh," katanya.

Sementara itu, Walikota Pariaman, Genius Umar memberikan apresiasi terhadap perjuangan banyak pihak dalam pendirian Kota Pariaman.

"Meski tidak terlibat secara langsung dalam perjuangan itu, kami anak muda Kota Pariaman memiliki tangungjawab melanjutkan pembangunan," katanya.

Dikatakannya, otonomi Kota Pariaman memberikan dampak perkembangan bagi kedua daerah yakni Kabupaten Padangpariaman sebagai daerah induk dan Kota Pariaman. 

"Anggaran Rp1,2 triliun di Kabupaten Padangpariaman dan Rp800 miliar di Kota Pariaman dapat dimanfaatkan untuk pembangunan bagi kedua daerah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Genius memaparkan program pemerintah periodenya yang telah dan belum terlaksana. 

Beberapa program itu seperti pendidikan gratis lanjutan tingkat SMA dan SMK, Satu Keluarga Satu Sarjana (SAGA SAJA), pembangunan Pasar Pariaman, Water Front City dan jalan lingkar timur," pungkasnya. (Nanda)