Bawaslu Padangpariaman Apresiasi Media Massa Selama Pemilu

Foto: Nanda
Pariaman - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Padangpariaman mengapresiasi dukungan media massa dalam pengawasan pemilihan umum (pemilu) serentak tahun 2019 di Kabupaten Padangpariaman.

Ketua Bawaslu Kabupaten Padangpariaman, Anton Ishaq menyebut jika media massa membantu upaya pengecegahan pelanggaran pemilu dan pengembangan pengawasan partisipatif yang dilakukan pengawas pemilu.

"Terutama dalam penyebarluasan informasi tentang peraturan kepemiluan, bentuk-bentuk pelanggaran. Dengan penyebarluasan informasi oleh kawan-kawan wartawan di media, masyarakat menjadi paham," katanya usai kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program pengawasan pemilu di Lubuk Alung, Minggu (30/6).

Selain membantu sosialisasi pemilu, kata dia, pemberitaan tentang penanganan pelanggaran pemilu secara tidak langsung mengekspos kinerja pengawasan pemilu yang telah dilakukan Bawaslu Kabupaten Padangpariaman.

"Publikasi tentang pengawasan dari media salah satu cara pertanggungjawaban kinerja kami (Bawaslu) ke publik," ulasnya.

Ia menilai wartawan tidak hanya sekadar meliput pengawasan pemilu di Bawaslu. Lebih dari itu, wartawan juga memberikan ide kepada Bawaslu dalam memaksimalkan publikasi pengawasan pemilu.

"Banyak ide dan saran yang disampaikan rekan-rekan media kepada kita, khususnya dalam memaksimalkan publikasi kegiatan kita," lanjut dia.

Maksimalnya publikasi pengawasan pemilu, imbuhnya, juga tidak terlepas dari upaya jajaran sekretariat di Bawaslu Kabupaten Padangpariaman.

"Jajaran sekretariat dibawah koodinator Anton Wira Tanjung cukup aktif mengelola publikasi kegiatan-kegiatan. Bahkan hingga tingkat kecamatan pun aktif publikasi terutama di media sosial," pungkasnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padangpariaman, Ahmad Damanhuri menyebut konstribusi pemberitaan oleh pers memiliki tanggungjawab yang besar kepada masyarakat. 

"Terkait pelaksanaan pemilu, ada tanggungjawab. Caranya dengan pemberitaan yang mendidik dengan penyebaran informasi kepemiluan agar lebih dipahami oleh masyarakat," jelasnya.

Damanhuri menyebut Bawaslu Kabupaten Padangpariaman sangat tidak pelit menyampaikan infomasi tahapan pengawasan pemilu ataupun informasi penanganan pelanggaran yang dilakukan.

"Kita butuh kecepatan informasi untuk penulisan berita. Kawan-kawan di Bawaslu (pimpinan) cukup respon untuk mendukung informasi," sebutnya.

Ia berharap kemitraan antara pengawas pemilu dengan wartawan, media massa berlanjut hingga pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Padangpariaman tahun 2020 mendatang. (Nanda).