Bundo Kanduang Sumbar Ingatkan Peran Perempuan Minang Sesungguhnya

Foto: Nanda
Pariaman - Sistim kekerabatan matrilineal di Minangkabau menempatkan perempuan minang terhormat. Untuk itu perempuan minang seharusnya tak lupa dengan karakter dan peran sebagai perempuan di Minangkabau.

Hal itu diungkapkan Bundo Kanduang Provinsi Sumatra Barat Puti Reno Raudha Thaib dalam Kegiatan Halal Bi Halal GOW Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (12/6).

"Perempuan minang itu terhormat, seimbang dan berimbang dengan laki-laki. Ibarat dua sisi mata uang, keduanya berdampingan,"ujarnya.

Hal ini sebutnya sesuai dengan ajaran Islam, perempuan pakaian bagi laki-laki (suami) dan laki-laki pakaian bagi perempuan (istrinya).

Hal itulah yang menyebabkan pola pe ndidikan terhadap perempuan minang itu keras. Karena ia merupakan basis atau puncak dalam sistim matrilineal itu.

"Tak salah jika karakter perempuan minang itu perempuan yang tidak cengeng, mandiri, tahu hak dan kewajibannya, tidak menyampaikan permasalahan kaumnya kepada pihak lain. Berwawasan luas dan cerdas," sambungnya.

Jadi, imbuh dia, konsep perempuan Minangkabau akan tercermin dari kelakuannya yang sesuai dengan norma agama, akhlak dan nilai adat atau etika. Perempuan minang orang yang berakhlak keislaman. 

"Intinya pemantapan konsep perempuan Minangkabau mengikuti Adat Basyandi Syara'-Syara' Basandi Kitabullah.  Syara' Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru," sebutnya.

Dia bilang perempuan minang limpapeh rumah nan gadang, tonggak tuo di keluarganya. Selain itu perempuan minang umbuan puruak pagangan kunci, pemegang harta pusaka di Minangkabau serta pusek jalo penerus yang melahirkan generasi selanjutnya.

Pemaparan Bundo Kanduang yang merupakan keturunan Rajo Pagaruyuang ini disambut antusias Anggota Organisasi Perempuan di Kota Pariaman yang tergabung dalam GOW Kota Pariaman.

Ketua GOW Kota Pariaman, Indriati menyebut sengaja mengangkat tema penguatan karakter perempuan Minangkabau untuk kembali mengingatkan sesama anggota organisasi.

"Kemajuan zaman saat ini memaksa kita serba praktis dan cepat. Terkadang hal ini malah melupakan peran kita sebagai perempuan Minangkabau, dengan kehadiran Bundo Kanduang kita kembali diingatkan tentang hal ini," ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyudin mengapresiasi kegiatan GOW Pariaman. Karena menurutnya perempuan sangat penting dalam pembangunan Kota Pariaman. 

"Bahkan kesuksesan kami kaum pria tak lepas dari dukungan dari kaum perempuan," ujarnya. (Nanda)