Keren! Ngabuburit Amal Sanggar Baringin Sati Untuk Santuni Anak Yatim

Foto: istimewa
Padangpariaman - Satu lagi aksi sosial yang diunggah para seniman Piaman memaknai bulan suci Ramadhan. Kali ini digerakkan oleh para pemuda Koto Mambang dengan Sanggar Baringin Sati sebagai motor utamanya. Menggunakan seni sebagai media penarik perhatian, gelaran dihajat di pinggir jalan Sicincin-Pariaman, tepatnnya di sekitar simpang empat Koto Mambang. 

Muhammad Ikhbal (dua dari kiri) foto bersama dengan pemuda Koto Mambang yang mendukung penuh Sanggar Baringin Sati. Foto: istimewa
Pengendara yang lewat tampak sangat tertarik dengan aksi tersebut sehingga turut berpartisipasi menyisihkan isi saku demi mereka yang membutuhkan.

Wendy Nanda selaku inisiator mengatakan, atraksi kesenian tersebut sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

"Tujuan utama adalah untuk mengumpulkan sumbangan bagi anak-anak yatim yang kurang mampu di sekitar kawasan Koto Mambang," kata seniman yang juga menjabat sebagai Walikorong itu, Minggu (26/5) lalu.

Lebih jauh Wendy mengatakan, sumbangan yang diterima tidak hanya dari para pejalan kaki tetapi juga dari para perantau dan pihak dunia usaha.

"Kami sudah menerima sumbangan dari Mi-Mart, Ampera Saiyo, Istana Wallpaper, dan Badai Bangunan," katanya. Selain itu, support berupa pertunjukan serta keikutsertaan juga diberikan oleh Forum Batajau Seni Piaman, Kita-kita sepeda, Giant Eagle dan lain sebagainya.

Ketua Sanggar Baringin Sati yang juga Ketua Pemuda setempat Ari Zona menyampaikan, sumbangan yang terkumpul akan diserahkan kepada mereka yang berhak di hari raya Idul Fitri nantinya.

"Jadi kebahagiaan itu tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berpunya saja, tetapi juga termasuk adik-adik kita yang yatim dari keluarga tidak mampu," sebutnya.

Ari Zona menyatakan, seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak 24 hingga 25 Juli ini secara umum berjalan sukses dan lancar. Tidak ada kendala berarti termasuk faktor cuaca.

"Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar," katanya.

Ketua KNPI Padangpariaman Muhammad Ikhbal mengatakan kesenian adalah bahasa universal. Ia adalah perekat semua tingkatan dan strata sosial.

"Seni itu menyatukan. Begitu juga dengan kesenian asli Padangpariaman yang menyatukan sesama anak nagari, pemerintah dan para perantau," ujar caleg terpilih PAN dari daerah pemilihan Sumatera Barat II itu.

Owner Mi-Mart ini menyebut Sanggar Baringin Sati perlu diapresiasi karena setiap pertunjukan sanggar, honor yang diterima dipergunakan untuk membantu ekonomi masyarakat setempat, khususnya bagi anak yatim dan keluarga miskin.

"Dan ini sudah berlangsung selama tiga tahun. Hasilnya selalu diberikan kepada masyarakat kurang mampu dan anak yatim," imbuh Ikhbal.

Sanggar Baringin Sati sendiri adalah sebuah kelompok seni yang memfokuskan diri pada kesenian tradisional Minang. Kelompok ini dikenal berkat karya-karya musik, randai serta tari-tarian yang kerap mereka tampilkan di berbagai kegiatan.

Selain aktf dalam bidang kesenian, sanggar Baringin Sati juga kerap menggelar iven kepemudaan dan kemasyarakatan. (Fdl/OLP)