Pandangan Edison TRD Terhadap Pembangunan Pasar dan Masjid Terapung Pariaman

Edison TRD
Pariaman - Tokoh masyarakat Pariaman Utara, Edison TRD angkat bicara tentang pembangunan ulang Pasar Pariaman. Ia menilai pembangunan tersebut akan berdampak besar pada peningkatan ekonomi masyarakat Pariaman. Terutama pada ekonomi sektor riil, yakni barang dan jasa bagi ekonomi masyarakat kecil dan menengah.

Ia mengatakan, pembangunan ulang pasar Pariaman telah direncanakan sejak 2015 atau pada periode Mukhlis-Genius menjabat walikota-wakil walikota periode 2013-2018. Namun, di era Genius umar baru menjabat walikota, terjadi hal yang tidak diduga dan diluar perencanaan sama sekali dengan dikucurkannya dana penuh dari pemerintah pusat untuk pembangunan pasar Pariaman. Edison TRD mengulas sedikit kisahnya.

"Saat itu Wamen ESDM, Archandra Tahar datang ke Padangpariaman. Oleh walikota diajak ke Pasar Pariaman guna melihat kondisi pasar. Walikota Genius Umar saat itu langsung mengajukan proposal melalui Archandra Tahar yang kemudian diteruskan oleh Archandra ke rapat kabinet yang dipimpin oleh Presiden," kata Edison TRD di Pariaman, Senin (1/4).

Berkat kepercayaan presiden kepada Archandra Tahar, imbuh Edison TRD, Presiden Joko Widodo mengeluarkan diskresi (keputusan/tindakan) dengan mengeluarkan Instruksi Presiden kepada Kementerian PUPR. Lalu dialokasikan dana sebesar Rp 120 miliar dan sekarang dirasionalisasikan menjadi Rp 102 miliar.




"Sekarang sudah proses tender di Jakarta. Dan tentunya kita mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar mendukung pembangunan pasar Pariaman. Kerja keras walikota yang sangat ekstra sekali itu, perlu kita dukung penuh," imbuh abang ipar Wamen Archandra Tahar itu.

Caleg Hanura nomor urut 1 dapil Pariaman Utara itu juga menyoroti pembangunan Masjid Terapung Pariaman. Masjid Terapung selain akan menjadi ikon baru Kota Pariaman, juga akan mempertegas citra Kota Pariaman sebagai destinasi wisata yang islami. Jika masjid tersebut tuntas dibangun, Pariaman akan menjadi satu-satunya kota/kabupaten di Pulau Sumatera yang memilikinya.

"Wisata akan jauh lebih berkembang, Pariaman tentu akan semakin ramai dan zonasi wisata Pariaman akan menjadi lengkap. Pemko Pariaman sebelumnya telah menata dan membangun sarana pariwisata di pantai-pantai, pulau-pulau. Dengan berdirinya Masjid Terapung, wisata Pariaman akan melirik pangsa pasar yang lebih luas. Ini juga akan berdampak pada sektor ekonomi dan jasa dengan warga Pariaman sebagai pelakunya," ujar Eison TRD.

Pembangunan Masjid Terapung yang memakan dana tidak sedikit itu, kata mantan anggota DPRD Pariaman periode 2009-2014 ini, tidak tertutup kemungkinan mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat.

"Saya yakin walikota bisa menggaet dana pemerintah pusat untuk pembangunan masjid terapung," sebutnya.

Pembangunan dalam skala mega proyek, kata Edison TRD, memang perlu kucuran dana dari pemerintah pusat. Untuk mendapatkannya dibutuhkan lobi-lobi oleh kepala daerah ke Kementerian yang membidanginya.

"Karena walikota kita sebelum pulang ke Pariaman lama berkiprah di Pusat, saya pikir ia memiliki banyak jaringan dan pengalaman. Dan jaringan atau koneksi tersebut akan beliau pergunakan untuk membangun Kota Pariaman," pungkasnya. (OLP)