Berburu Babi Tingat Nasional: Petani Keluhkan Gagal Panen oleh Hama Babi

Ketua PORBI Asfar Tanjung sedang menunjukan lokasi perburuan hama babi kepada Wakil Walikota Mardison Mahyuddin. Foto: Phaik
Pariaman - Hama babi adalah ancaman bagi petani. Tak terkecuali bagi petani Desa Padang Cakua, Desa Marabau, Desa Taluak, Marunggi dan Ujuang Batuang. Babi menjadi musuh petani karena suka merusak sawah dan ladang warga yang baru ditanami. Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin membuka secara resmi acara perburuan tingkat nasional tersebut.

Menjawab permasalahan tersebut - demi kelangsungan dan mengatasi gagal panen petani - Pemko Pariaman bersama Persatuan Olahraga Buru Babi (PORBI) Piaman Saiyo gelar iven buru babi tingkat nasional dua kali dalam satu tahun, yakni bulan Maret dan Oktober 2019.

Ketua PORBI Pariaman, Asfar Tanjung menyebut babi harus dibasmi karena merusak dan memakan tanaman padi, ubi, buah-buahan, bahkan sayuran yang ditanam oleh warga desa.

"Akibatnya petani mengalami kerugian yang cukup besar dan terancam gagal panen. Aktivitas penanaman baru juga tidak dapat lagi dilakukan karena adanya ancaman hama babi," ujar Asfar Tanjung.

Asfar Tanjung menilai, langkah penanggulangan yang cukup efektif adalah dengan cara mengurangi populasi babi hutan dengan cara perburuan massal menggunakan hewan anjing.

Petani di Desa Padang Cakua, Buyuang Enek mengaku bersyukur dengan adanya perhatian dari Pemko Pariaman dan PORBI Pariaman yang mau membantu warga secara sukarela menanggulangi masalah babi hutan.

Ia berharap, dengan bantuan tersebut, perburuan babi berjalan lebih efektif sehingga masyarakat lebih tenang dalam bertani.

"Dan mendapatkan hasil panen yang lebih baik lagi untuk pemenuhan kebutuhan keluarga kami," ujarnya. (Phaik)