Target Kabupaten Layak Anak, Hendra Aswara Perjuangkan APBD Akomodir Usulan Forum Anak

Kepala DSP3A Hendra Aswara adakan rapat koordinasi Forum Anak yang terdiri dari Siswa-siswi se-Padangpariaman di Aula DSP3A. Foto: Hendra
Pariaman - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Padangpariaman adakan rapat koordinasi dengan Forum Anak dalam menyerap aspirasi anak-anak untuk program dan kegiatan tahun anggaran 2020.

Rakor dihadiri oleh puluhan anak dari kecamatan se-Padangpariaman dan dihadiri langsung oleh Kepala DSP3A Hendra Aswara, Kabid Perlindungan Anak Rina Novianti beserta jajaran.

Dalam rakor tersebut, direkomendasikan agar APBD Kabupaten Padangpariaman 2020 untuk pemenuhan hak-hak anak menuju Kabupaten Layak Anak.

"Sudah saatnya APBD Padangpariaman fokus terhadap Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan bakat dan prestasi anak. Terima kasih telah melibatkan kami dalam pembahasan APBD 2020," ujar Ketua Forum Anak Adrian di Aula DSP3A, Pariaman, Jumat (1/3).

Ia bilang, adanya sarana olahraga, seni, budaya, perpustakaan dan kebutuhan anak lainnya tentu akan menumbuhkan bakat anak sejak dini.

Ditambahkannya bahwa saat dirinya dan beberapa teman mencoba menghidupkan kembali permainan anak-anak tempo dulu. Seperti permainan congkak, kelereng, dan lain sebagainya. Karena saat ini permainan tersebut sudah mulai hilang dan cenderung beralih ke game online atau menggunakan smartphone.

Sementara Kepala DSP3A Hendra Aswara memuji keberanian forum anak dalam mengemukakan pendapat dan usulan terkait APBD 2020. Diakuinya bahwa saat ini memang anggaran fokus untuk infrastruktur.

Ke depan, Hendra berharap APBD dapat mengakomodir usulan-usulan forum anak yang disampaikan pada forum RKPD beberapa hari yang lalu. Di antara usulan tersebut yaitu menyediakan fasilitas “Pusat Kreatifitas Anak” (taman baca, tempat bermain dan olah raga) di setiap kecamatan, tersedianya fasilitas Bus Sekolah gratis terutama di daerah-daerah pelosok, perbaikan/peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan yang ramah anak, perbaikan sarana dan prasarana jalan dan jembatan, ketersediaan fasilitas pengelolaan sampah di setiap kecamatan, ketersediaan sekretariat Forum Anak Kecamatan dan tersedianya sekolah khusus/pendidikan inklusi bagi penyandang disabilitas di setiap kecamatan.

"Insya allah, saat ini juga membentuk forum anak tingkat kecamatan. Nanti juga kita sertakan pembahasan musrenbang kecamatan," ujar Kadis berprestasi tingkat nasional itu. (Tim)