Padangpariaman Akan Verifikasi Data Masyarakat Penerima Bantuan Sosial

Kepala DSP3A Hendra Aswara menghadiri praktek Belajar Lapangan Angkatan III BPPKS Regional Sumatera di Masjid Muqarabin Nagari Aia Tajun, Lubuk Alung, Jumat (8/3). Foto: Hendra
Pariaman - Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Hendra Aswara mengatakan akan memverifikasi dan validasi Basis Data Terpadu (BDT) untuk penerima bantuan pemerintah.

BDT tersebut sebagai acuan dalam pemberian segala jenis bantuan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran, Beras Sejahtera, Rumah Tidak Layak Huni dan lain sebagainya.

"Kita sudah kirimkan surat kepada camat dan walinagari pada akhir tahun lalu. Tahun ini kita akan turun ke lapangan bersama yang terkait sehingga mendapatkan data lebih tepat," ujar Hendra Aswara saat menghadiri Praktek Belajar Lapangan Angkatan III BPPKS Regional Sumatera di Masjid Muqarabin Nagari Aia Tajun, Lubuk Alung, Jumat (8/3)

Dikatakannya bahwa jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sampai tahun ini sebanyak 17.473 KK se-Padangpariaman. Data tersebut akan diverifikasi dan divalidasi bekerjasama dengan perangkat nagari, pilar-pilar kesejahteraan sosial dan masyarakat.

"Kita juga buka layanan pengaduan 081211775776 untuk menerima laporan masyarakat," kata Hendra Aswara.

Hendra mengatakan bahwa komitmen Padangpariaman, sangat tinggi dalam mendukung keberadaan pendamping PKH. Tahun ini telah dianggarkan dana sebesar Rp500 juta untuk tambahan insentif kepada seluruh pendamping PKH.

"Di Padangpariaman terdapat 71 orang pendamping PKH. Kita berikan insentif Rp400-600 ribu setiap bulannya kepada Koordinator, Operator dan Pendamping Kecamatan," kata alumni STPDN Angkatan XI ini.

Kepala Bidang Pelindungan Jaminan Sosial Aprizondi melaporkan bahwa praktek lapangan angkatan ketiga dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 8 hingga 13 Maret 2019 yang dipusatkan di Kecamatan Lubuk Alung. Adapun jumlah peserta PBL sebanyak 120 orang dari Provinsi Aceh hingga Jambi.

"Selamat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama pendidikan dan jaga kesehatan selama PBL," kata Aprizondi. (Tim)