Pemko Segera Relokasi Pedagang Pasar Pariaman ke Penampungan

Foto: OLP
Pariaman - Pemko Pariaman akan mulai merelokasi pedagang Pasar Pariaman pada 12 Maret 2019. 

Sebelum dilakukan pemindahan, seluruh pedagang dan pemilik kartu kuning (pemilik kios) akan diundang secara khusus pada 11 Maret nanti.

"Pasar penampungan sudah siap pada tanggal 8 Maret. Pemindahan pedagang ke pasar penampungan kita lakukan pada 12 maret," kata Kepala Dinas Koperindagkop/UMKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Rabu (27/2).

Saat ini, kata dia, pemerintah pusat akan segera melakukan lelang/tender pembangunan Pasar Pariaman dengan pagu dana Rp120 miliar di Jakarta.

"Pembangunan akan dimulai awal April mendatang," sebutnya.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan pembangunan pasar Pariaman didukung oleh niniak mamak, pedagang, asosiasi pedagang pasar, dan pemilik kartu kuning. 

Karena pembangunan pasar bertepatan dengan pemilu 2019, ia berharap tidak ada riak-riak di tengah masyarakat apalagi terkait pembangunan pasar.

"Mari kita jaga situasi yang kondusif. Diawali dengan niat membangun Pariaman, diharapkan pembangunan pasar berjalan lancar hingga selesai," kata dia.

Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, Efrianto berharap sama. Ia meminta kepada Pemko agar memprioritaskan pemilik kartu kuning pada pembangunan pasar Pariaman.

"Kita minta pemilik kartu kuning diprioritaskan," kata dia.

Kepala Dinas PU, Asrizal mengatakan, sebelum relokasi pedagang pasar ke penampungan akan dilakukan pemindahan arus listrik ke pasar penampungan.

Sedangkan untuk merobohkan bangunan pasar lama tidak dilakukan oleh Pemko Pariaman karena Pasar Pariaman bukan asset milik Pemko.

"Karena pemilk tanah pasar adalah nagari, maka kita serahkan kepada mereka. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan bersedia merobohkan pasar lama meski dana untuk perobohan tidak kita anggarkan," kata dia. (OLP)