Komunitas Berburu Tupai Salurkan Donasi bagi Intan Kirana Pengidap Kanker Tulang

Sungai Sariak - Bantuan untuk Intan Kirana, remaja malang pengidap kanker tulang di Korong Kampuang Tangah, Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman terus mengalir.

Baru-baru ini, sejumlah komunitas olahraga berburu hama tupai ikut melakukan penggalangan dana untuk Kirana yang dipusatkan di Nagari Buluh Kasok, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Minggu (10/2).

Belasan komunitas berburu hama tupai antara lain, Selaras Shooting Club, Teksas, Elang Sniper (Kota Pariaman), Garuda Sena (Kabupaten Padang Pariaman), Liko SC (50 Kota) WTC (Bukittinggi) SAC (Payakumbuh) SRSC (Batusangkar), SSC (Solok) PHC (Pagaruyung), Combat Sena (Padang) dan Panther (Agam) ambil bagian dalam berburu peduli itu.

Penggalangan dana yang bertajuk "Hunting Bareng Pecinta Senapan Angin Sumatera Barat dan aksi solidaritas peduli Intan Kirana" berhasil mengumpulkan donasi Rp7.802.000. Donasi tersebut merupakan sumbangan yang dikumpulkan dengan cara badoncek usai kegiatan berburu tupai ditutup.

Donasi tersebut langsung diserahkan perwakilan komunitas kepada keluarga Intan. Sumbangan untuk Intan masih terus mengalir yang dihimpun masing-masing komunitas. Sumbangan akan kembali diserahkan kepada keluarga Kirana dalam waktu dekat.

Priyaldi, pembina Selaras Shooting Club (SSC) Pariaman mengatakan berharap donasi yang terkumpul dapat membantu biaya pengobatan Intan Kirana yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar di Madrasyah Tsanawiyah di Pariaman.

"Kami prihatin dengan kondisi yang menimpa dinda Intan. Tentu saja semuanya berharap dan berdoa untuk kesembuhan beliau. Kami salut dengan ketegaran beliau," ujar Priyaldi.

Hunting bareng, kata dia merupakan wujud bahwa komunitas berburu juga memiliki sikap kepedulian sesama. Kedepan komunitas ini tidak hanya dirutinkan dengan kegiatan berburu hama tupai, beragam kegiatan sosial lainnya juga dikembangkan.

"Dengan berhimpun akan banyak aksi sosial dan kegiatan positif yang bisa dilakukan," pungkasnya. (Nanda)