Kabupaten Solok Akan Terapkan Ragam Inovasi Perizinan Padangpariaman

Kepala DPMPTP Hendra Aswara foto bersama rombongan studi tiru dari DPMPTSP dan Naker Kab. Solok di Ruang Layanan DPMPTP
Pariaman - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padangpariaman menerima kunjungan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Solok.

Diakui saat ini DPMPTP Padangpariaman menjadi pusat studi tiru pasca meraih penghargaan Peringkat II Innovative Government Award 2018 dari Kemendagri RI, Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik dari KemenPAN/RB dan Peringkat 1 Kompetisi Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik dari Gubernur Sumbar.

Adapun rombongan studi tiru dari DPMPTSP dan Naker sebanyak empat orang yang terdiri dari Kasi Perencanaan Nurhasti Yenni, Kasi Promosi Roza Yulanda Syahril, Kasi Regulasi Refif Syofra dan Yesi Andesta. Rombongan diterima langsung oleh Kepala DPMPTP Hendra Aswara didampingi Kabid Penanaman Modal Jon Eka Putra dan Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto.

“Kunjungan kami untuk sharing informasi inovasi perizinan dan penerapan PP 24 tentang Online Single Submission (OSS) produk-produk hukum yang berkaitan dengan pelayanan perizinan,” ujar Nurhasti mengawali pertemuan di Ruang Layanan DPMPTP, Pariaman, Senin, (4/2).

Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Berusaha Terintegrasi secara elektronik atau OSS yang sudah dijalankan di Padangpariaman. Bahkan telah ada inovasi yang diberi nama Papa Joss atau Padang Pariaman Jemput OSS.

Inovasi yang pertama di Sumatera Barat dan diapresiasi pelaku usaha dalam layanan jemput bola dan konsultasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Padangpariaman sudah lebih dulu dalam penerapan OSS sesuai amanat PP 24 tahun 2018, bahkan sudah ada inovasi yang diluncurkan,”  tambahnya.

Kepala DPMPTP Padangpariaman, Hendra Aswara mengatakan studi tiru dari DPMPTSP dan Naker Kabupaten Solok dijadikan ajang silaturahmi dan tentunya saling berbagi pengalaman di bidang penanaman modal dan perizinan.

“Yang baik di sini bisa direplika maupun sebaliknya. Artinya kita saling berkolaborasi untuk layanan prima kepada masyarakat,” kata mantan Kabag Humas itu.

Hendra menjelaskan, pihaknya memang sudah menjalankan program OSS. Bahkan, sudah 816 permohonan izin masuk melalui OSS. Sedangkan yang sudah ditindaklanjuti pihaknya sebanyak 474 dokumen.

“Kita lahirkan program yang namanya Papa Joss, pertama di Sumbar. Tujuannya untuk asistensi pelaksanaan program OSS ini. Jadi, inovasi program kita itu dapat langsung memandu pihak investor atau pelaku usaha dalam pengurusan izin melalui OSS,” ujar Hendra.

Alumni STPDN itu menambahkan bahwa program itu mampu berjalan dengan maksimal lantaran didukung program inovasi yang terkonsep dan manajerial yang baik. Inovasi Papa Joss, kata Hendra, akan dilombakan pada 2019 untuk Sinovik Kemenpan.

Inovasi yang ada di DPMPTP Padangpariaman akan direplika oleh DPMPTSP dan Naker Kabupaten Solok, seperti Ajep Papa (Antar Jemput Perizinan), Sejati (Sehari Jadi Gratis), Panter Darat (Pengaduan terintegrasi dengan Inspektorat), Terasi (Tracking Izin Onlie, Besan Pos (Bekerjasama dengan PT Pos), Sinaro (Sistim perizinan berbasis android), dan Tamu Kece (Konsultasi Bisnis Pemula dan Weekend Service). (Tim)