Jenguk Intan Penderita Kanker Tulang, Alumni SMP 1 VII Kota Beri Bantuan 16 Juta

Wakil Bupati Suhatri Bur jenguk Intan bersama alumni SMP 1 VII Koto. Foto: Andri
VII Koto - Intan Kasih Kirana, 14, penderita kanker tulang, warga Kampung Tanjung, Korong Kampung Tangah, Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman, menggugah simpati berbagai pihak.

Senin kemarin, alumni SMPN I VII Koto Sungai Sariak menghimpun dana sebesar Rp16,3 juta dan diserahkan kepada ibunda Intan , Yulinar, 45, di kediamannya. Orang tua Intan juga merupakan alumni sekolah tersebut.

Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur yang turut hadir saat penyerahan bantuan mengapresiasi inisiatif mulia para alumni SMPN I VII Koto Sungai Sariak membantu sesama almamater yang mengalami musibah.

“Kita jelas sangat mengapresiasi bantuan yang dihimpun para alumni SMPN I VII Koto Sungai Sariak. Bahkan kabarnya bantuan yang akan disalurkan tidak hanya sebatas itu saja, tapi bisa saja jumlahnya lebih banyak dari yang dihimpun hari ini,” terang Suhatri Bur.

Suhatri Bur menambahkan, pihaknya dari Pemkab Padangpariaman sendiri jelas tidak akan berpangku tangan menyikapi penderitaan Intan Indah Kirana, siswa kelas VIII MTsN II Kota Pariaman itu.

“Karena kita dari Pemkab Padangpariaman melalui Dinas Kesehatan sebelumnya juga telah berupaya menangani masalah kesehatan yang dialami Intan, bahkan sebelumnya dia juga sempat dibawa untuk dirawat di RSUD Padangpariaman, dan kemudian dirujuk ke RS M Djamil Padang,” sebutnya.

Melalui hasil perawatan itulah lanjut Suhatri Bur, Intan akhirnya bisa mendapatkan layanan kemoterapi sebagaimana diharapkan.

Di pihak lain, Suhatri Bur ikut meminta orangtua Intan agar Intan kembali mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Dan pihaknya dari Pemkab siap memfasilitasinya secara penuh.

"Di rumah sakit tentu dia akan mendapatkan perawatan semestinya, di samping juga bisa mendapatkan asupan gizi makanan yang memadai,” terangnya.

Suhatri Bur mendoakan agar Intan kembali pulih seperti sediakala, sehingga bisa kembali melanjutkan pendidikannya.

Sejumlah alumni SMPN I VII Koto Sungai Sariak diwakili Hendri Gusvira, Nasdini Andriani, Zahirman, Lismawati dan yang lainnya ikut menyarankan kepada orangtua Intan agar mau dibawa dan dirawat ke rumah sakit.

“Semoga Intan kembali sehat ya setelah nanti berobat ke rumah sakit, sehingga bisa kembali belajar ke sekolah,” ujar Hendri Gusvira.

Lismawati, Direktur RSUD Padangpariaman yang juga Bendahara Alumni SMPN I VII Koto Sungai Sariakjuga berharap Intan mau dirawat di rumah sakit. Menurut Lismawati, penanganan kanker itu harus intensif agar sel sel kanker dapat ditangani dengan baik.

"Kemoterapi dan radiasi adalah satu-satunya upaya pengobatan kanker. Kalau dibiarkan sel kanker itu cepat berkembang dan menjalar," jelas Lismawati.

Menurut Lismawati, saat pasien mau dikemo, kondisi fisik tubuh harus berada dalam kondisi sehat dan kuat. Untuk itu, asupan gizinya harus dijaga.

"Kalau di rumah asupan gizi tidak bisa terjaga. Untuk itu, saya menawarkan RSUD Padangpariaman sebagai tempat menunggu jadwal kemo kedua sambil dikuatkan tubuh Intan," kata Lismawati.

Intan sendiri mulai merasakan gejala penyakit pada tulang sejak 2018 yang lalu. Intan sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Namun karena tidak kunjung memperlihatkan perkembangan yang berarti, pihak keluarga memutuskan untuk kembali membawa pulang ke rumah seperti saat ini. Dan saat ini Intan juga sedang menjalani perawatan secara tradisional. (Tim)