Ali Mukhni - Nasrul Abit Kompak Resmikan Pesantren Jamiatun Muminin

Wagub buka tirai plang Pondok Pesantren Jamiatul Muminin. Foto: Andri
Sintoga - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit resmikan Surau Rimbo Tolang sekaligus dimulainya pembangunan Pondok Pesantren Jamiatul Muminin di Nagari Toboh Gadang Timur, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Senin (25/2).

Ali Mukhni apresiasi partisipasi masyarakat Rimbo Tolang yang telah bersedia menghibahkan tanah ulayatnya untuk kepentingan syiar agama Islam melalui pondok pesantren tersebut.

Menurutnya, upaya yang dilakukan Azwar Tuanku Sidi selaku Pimpinan Ponpes bersama masyarakat Rimbo Tolang telah turut mendukung visi Kabupaten Padangpariaman mewujudkan kabupaten religius, cerdas dan sejahtera.

Berbagai masalah bangsa yang terjadi saat ini, kata bupati, terkait dengan masalah moral masyarakat. Menumbuhkan generasi yang bermoral dalam kehidupan berbangsa sangat sulit. Penanaman moral tersebut harus dimulai dari rumah tangga atau melalui pendidikan agama di pesantren.

Ali Mukhni menyebut pembangunan pesantren menjadi perhatian khusus pihaknya karena menyangkut pembangunan moral bangsa. Pembangunan pesantren juga sejalan dengan pembangunan karakter bangsa.

Pembangunan moral memang sulit. Butuh waktu mewujudkannya. Beda dengan pembangunan fisik. Hari ini masyarakat minta dibangunkan jalan, besok sudah bisa dimulai dan hasilnya dapat dilihat seminggu kemudian. Pembangunan fisik dapat dilaksanakan dengan segera dan jelas hasilnya. Sedangkan pembangunan moral tidak bisa.

"Pembangunan moral butuh waktu dan proses yang panjang. Karena itu, Pemkab Padangpariaman serius memberikan perhatian terhadap pembangunan moral melalui pesantren," pungkas Ali Mukhni.

Wakil Gubernur Nasrul Abit mengaminkan apa yang disampaikan Ali Mukhni. Pembangunan karakter bangsa sangat penting sejalan dengan visi Sumatera Barat menata kehidupan yang harmonis berdasarkan agama dan budaya dengan berpedoman kepada Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK).

"Kenapa tidak fisik visi pertama? Karena di visi itulah terletaknya mewujudkan karakter bangsa," ungkap Nasrul Abit.

Kehadiran pesantren menurutnya adalah bagian dari meletakkan pondasi karakter tersebut. Karena di pesantren santri dibina agar memiliki karakter yang baik, berintegritas, santun dan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Jarang terdengar alumni pesantren menjadi maling.

Pimpinan Pesantren Jamiatul Muminin Azwar Tuanku Sidi berkata bahwa peresmian pesantren Jamitul Muminin II rangkaian peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.

"Tadi malam (Minggu, 24/2), kami berhasil himpun dana dari bungo lado sebanyak Rp63,35 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan pesantren," kata Azwar.

Pesantren Jamiatul Muminin sudah memiliki santri sebanyak 73 orang yang masih belajar di surau Rimbo Tolang hingga ke teras surau. Pesantren di tempat itu baru dimulai setahun ini. Sedangkan pesantren Jamiatul Muminin sebelumnya berada di Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, tetap menjalankan aktifitas belajar kitab kuning.

"Sesuai dengan perkembangan zaman pesantren Jamiatul Mukminin yang diresmikan ini sistem belajar sudah klasikal, berkelas. Sedangkan di Nagari Sintuak masih sistem halaqah. Dengan peningkatan sistem belajar tersebut, diharapkan pesantren Jamiatul Mukminin II ini bisa lebih berkembang dan banyak diminati santri yang ingin mendalami ilmu agama," kata dia. (Tim)