Ustadz Abdul Somad di Pauhkambar: Ulama Pengembang Islam Tanah Air Banyak dari Minang

Gubernur Irwan Prayitno dan Bupati Ali Mukhni dampingi Ustadz Abdul Somad resmikan Pusat Kajian Mahzab Syafi'i di Pauhkambar
Pauhkambar - Ustadz Abdul Somad meresmikan pusat kajian Mahzab Syafie sekaligus menyampaikan tabliq akbar di lapangan Sepak Bola Gempar Parit, Pauhkambar, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padangpariaman, Senin (21/1) sore.
       
Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung plang nama pusat kajian Mahzab Syafi'i oleh Abdul Somad dan sejumlah tokoh penting lainnya kepada pendiri dan pengurus pusat kajian Mahzab Syafie.
       
Kedatangan da'i kondang yang namanya disingkat UAS pada kegiatan tersebut, menyedot kehadiran puluhan ribu pengunjung. Jemaah bukan hanya berasal dari Kabupaten Padangpariaman, namun dari berbagai kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.
       
Ketua panitia pusat kajian Mahzab Syafi'i, M. Nur mengatakan pusat kajian Mahzab Syafie merupakan yang pertama di Sumatera Barat, diharapkan mampu mengkaji Mahzab Syafie lebih mendalam.
      
"Mungkin yang pertama pula di Indonesia dan kita harapkan berkembang lagi ke depan," ujarnya.
      
Ia mengatakan saat ini pusat kajian Mahzab Syafie baru menempati sekretariat sementara. Ke depan, pihaknya akan mengajukan usulan kepada pemerintah provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Padangpariaman agar dibangunkan satu sekretariat tersendiri.
     
"Kita akan sampaikan proposal kepada bupati dan gubernur agar dapat dibantu pembangunan sekretariatnya," ulasnya.
     
Abdul Somad menyebut berdirinya pusat kajian Mahzab Syafie di Pauhkambar - yang merupakan bagian dari tanah Minangkabau - tidak terlepas dari sejarah perkembangan Islam nusantara. Keberadaan ulama-ulama besar pengembang Islam asal Minangkabau yang bermahzab Syafie, ikut menjadi alasan tepat berdirinya pusat kajian ini. 
     
"Banyak ulama dan pengembang Islam berasal dari bumi Minangkabau. Hampir di seluruh wilayah nusantara, selalu ada ulama Minangkabau," kata dia.
      
Meski mayoritas masyarakat Sumatera Barat bermahzab Syafie, ia mengajak umat Islam untuk tidak mempertentangkan mahzab yang ada. Empat Mahzab tersebut antara lain, Syafie, Hambali, Maliki, Hanafi.
     
"Yang tidak boleh adalah mencampur adukkan mahzab. Cukup satu saja kita jadikan rujukan," pungkasnya. (Nanda)