Sosialisasikan Pemilu, KPU Gandeng Komunitas Pariaman Berlari

Walikota Pariaman Genius Umar lepas Pariaman Nigh Run. Foto: Nanda
Pariaman - Olahraga lari malam yang digelar Komunitas Pariaman Berlari dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman pada Sabtu (26/1) silam, sekaligus untuk mengedukasi penghobi olahraga lari tentang Pemilu Serentak 2019.

Usai berlari sejauh lebih dari 6 kilometer mengelilingi jalan utama di Kota Pariaman, kegiatan tersebut ditutup dengan sosialisasi pemilu dan pembagian hadiah undian.

Salah seorang inisiator Komunitas Berlari, Reza menyebut iven olahraga lari sekaligus wujud keikutsertaan komunitas itu agar partisipasi pemilih khususnya Kota Pariaman pada pemilu 2019 meningkat.

"Ini salah satu dukungan dari komunitas kita agar partisipasi pemilih meningkat sehingga kita dengan KPU sosialisasikan pemilu," katanya, Sabtu (26/1/2019).

Menurut dia, peserta lari diikuti oleh berbagai kalangan usia. Mulai dari anak hingga dewasa, tidak hanya laki-laki, peserta perempuan juga ada.

"Ini merupakan Pariaman Night Run yang kedua kalinya diadakan oleh komunitas Pariaman Berlari.  Tujuannya untuk memperkenalkan komunitas kepada generasi muda dan mengajak masyarakat hidup sehat dengan olahraga,” ujarnya.

Ke depan katanya, komunitas Pariaman Berlari akan mengundang komunitas lari di Sumatera Barat untuk menjajal jalur lari di Kota Pariaman.

"Kami beranggotakan lebih kurang 30 orang setiap sore rutin latihan lari. Basecamp Pariaman Berlari di Mi Mart Kelurahan Kampung Jawa Pariaman Tengah," katanya.

Kordiv Sosialisasi dan Parmas KPU Kota Pariaman Doni Kardinal, mengatakan KPU Kota Pariaman mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu 2019 kepada komunitas masyarakat yang ada, salah satunya komunitas penghobi olahraga lari.

"Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu sebelumnya yang dilaksanakan secara serentak, perbedaan tersebut  perlu disosialisasikan kepada masyarakat lebih luas. Kita juga ajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada pemilu 2019," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Doni meminta agar anggota komunitas terdaftar mengajak masyarakat merekam KTP elektronik sebagai syarat memilih.

"Ada yang telah wajib KTP harus melakukan perekaman data KTP elektronik, karena jika tidak tentu tidak bisa menggunakan hak pilih dan datanya tidak ada di Disdukcapil," ulasnya.

Ia meminta dukungan sosialisasi kepada masyarakat lainnya agar partisipasi pemilih meningkat dan minimal mencapai target partisipasi nasional sebesar 77,5 persen.

"Memaksimalkan sosialisasi kita sudah membentuk relawan demokrasi, ada 10 basis yang menjadi sasaran sosialisasi. Kita harapkan ini dapat meningkatkan partisipasi," pungkasnya. (Nanda)