Revitalisasi Pasar Pariaman akan Berpihak Kepada Pedagang Kecil, Kok Bisa?

Walikota Genius Umar mendapat dukungan dari tokoh masyarakat guna merevitalisasi Pasar Pariaman. Foto: istimewa/Phaik
Pariaman - Niniak mamak dan tokoh masyarakat Pariaman sepakat dukung rencana pembangunan ulang Pasar Pariaman. Bangunan pasar saat ini yang dibangun pada 1988 itu, rencananya akan direvitalisasi dengan dana Rp120 miliar dari APBN - sesuai Instruksi Presiden RI. Bangunan baru direncanakan setahun siap hingga penghujung 2019.

Pasar Pariaman sendiri telah ada sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda dan didirikan atas kesepakatan empat nagari di Pariaman masa itu. Pasar Pariaman memiliki nama asli Pasar Serikat B Pariaman. Keempat nagari pemilik pasar tersebut adalah Nagari Pasa, Nagari Limo Koto Aie Pampan, Nagari Ampek Angkek Padusunan dan Nagari Ampek Koto Sungai Rotan.

Salah seorang Anak Nagari Pasa, Alwis Ilyas menyatakan, pembangunan pasar mesti mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya mengakomodasi kepentingan nagari dan berpihak kepada pedagang.

"Kita mendukung pembangunan pasar. Karena Pasar Pariaman merupakan pasar serikat empat nagari, pemerintah mesti mengakomodasi keinginan-keinginan anak nagari dan pedagang yang berjualan di pasar saat ini," ujar Alwis saat rapat pemantapan jelang pembangunan Pasar Pariaman di Balaikota Pariaman, Rabu (9/1).

Karena pasar sesungguhnya milik empat nagari, ia juga meminta agar setelah pasar baru berdiri pemerintah memberikan hak unit kios untuk ditempati demi kepentingan nagari.

Di samping Alwis Ilyas, tokoh masyarakat Nasrun Jon meminta agar pasar baru yang akan dibangun nantinya menerakan nama Pasar Pariaman dengan Pasar Serikat B sebagaimana nama sebelumnya. Pengembalian nama tersebut menurut dia sangat penting mengingat panjangnya sejarah Pasar Pariaman itu sendiri.

"Kemudian jangan lupa membuatkan ornamen keminangan pada bangunan tersebut. Semodern apapun nanti bangunannya, ciri khas keminangan tidak boleh hilang," kata Nasrun Jon.

Kepala Dinas Koperindagkop Pariaman Gusniyetti Zaunit mengatakan bahwa masterplan pembangunan ulang (revitalisasi) Pasar Pariaman sudah ada sejak 2015.

Pembangunan ulang pasar, kata dia, tetap mengacu pada pasar rakyat dengan bangunan empat lantai. Ia bilang pembangunan pasar dimulai dengan membangun pasar penampungan pada Februari mendatang. 


"Setelah pasar penampungan siap pada Maret, bangunan pasar lama akan diruntuhkan dan dimulai pembangunannya. Tender pembangunan pasar dilakukan oleh pemerintah pusat di Jakarta. Pemko Pariaman hanya menganggarkan untuk pembangunan pasar penampungan," kata dia.
 
Pada pasar baru, tidak akan ada istilah kepemilikan bangunan bagi para pedagang. Gusniyeti beralasan jika diberikan kepemilikan, sejatinya pemerintah tidak berpihak kepada pedagang kecil. Hanya pemodal besar yang akan mampu membelinya dan kemudian menyewakannya kepada pedagang kecil.

"Kita menerapkan sistim sewa demi membackup pedagang kecil," tegas dia.
 
Walikota Pariaman Genius Umar kembali menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Pariaman guna menggenjot pertumbuhan ekonomi masyarakat Pariaman. 


Ia menilai pasar yang ada saat ini sudah tidak memungkinkan dihuni karena struktur bangunannya telah rapuh karena beberapa kali dihoyak gempa, termasuk gempa besar 2009.

"Pasar kita bangun bukan untuk pemerintah, karena pemerintah tidak berbisnis. Ini murni demi kepentingan masyarakat Pariaman dan para pedagang. Jika pasarnya representatif, higienis, tentu akan banyak pengunjung datang, pedagang juga yang akan diuntungkan," kata Genius.

Karena pembangunan pasar dilakukan sebelum lebaran, Genius akan mengeluarkan surat edaran pada seluruh ASN Pariaman agar berbelanja di Pasar Pariaman.

"Untuk bantu pedagang kita buatkan edaran berbelanja di Pasar Pariaman bagi ASN. Jangan belanja ke luar kota, kita bantu pedagang kita sendiri," tuturnya. (OLP)