Pulau Tangah Segera Dibuka Untuk Umum

Foto: Nanda
Pariaman - Objek wisata di Kota Pariaman makin variatif. Bagi pengunjung yang ingin berwisata sekaligus belajar tentang vegetasi hutan, kini dapat mengunjungi Pulau Tangah Kota Pariaman.
        
Pulau Tangah rencananya mulai dibuka untuk wisatawan pekan depan, pemerintah telah mempersiapkan rute penyeberangan ke pulau tersebut melalui titik penyeberangan Muaro Gondoriah.
       
"Tidak perlu lama-lama, minggu depan sudah bisa dikunjungi. Kita sudah siapkan juga rute kapal wisata penyeberangannya ke sana," ujar Walikota Pariaman, Genius Umar saat mengunjungi Pulau Tangah, Sabtu (26/1).
        
Ia mengatakan selain rute penyeberangan ke pulau tersebut, fasilitas penunjang lain telah ada. Dermaga apung tempat menurunkan penumpang telah selesai dibangun. Saat ini, di pulau itu kini terdapat 15 unit gazebo untuk bersantai. Di sana juga dilengkapi jalan pendesterian permanen.
       
"Fasilitas yang telah ada kita perbaiki, secara bertahap fasilitas lainnya akan kita lengkapi dulu. Kita mulai dengan gotong royong bersama dalam satu atau dua hari ke depan," kata dia.
        
Menurut Genius, pulau yang berada sejajar dengan anjungan Pantai Gondoriah tersebut menjadi objek wisata khusus. Di sana wisatawan bisa mengenal beragam jenis flora dan fauna yang hidup di habitat pulau tersebut. 
       
"Iya, ini semacam labor alam. Pengunjung bisa bersantai sekaligus belajar tentang alam. Kami akan minta dukungan dari FMIPA salah satu perguruan tinggi agar pohon-pohon di sini didata jenisnya dan diberi nama," ulasnya.
       
Di sana terdapat beragam jenis burung yang jumlahnya puluhan ekor. Wisatawan dapat bersantai, belajar tentang hutan sambil mendengarkan suara kicauan dari puluhan burung yang menjadi penghuni pulau yang terletak antara Pulau Angso Duo dan Pulau Ujuang itu.
       
Pemko Pariaman akan membuat Peraturan Kota Pariaman melindungi vegetasi yang ada di Pulau Tangah. Pengunjung dan masyarakat dilarang melakukan aktivitas berburu dan menebang pohon yang tumbuh dan hidup di pulau tersebut.
      
"Kita akan buatkan Perwakonya. Aturan itu juga akan kita pasang untuk sosialisasi kepada wisatawan," pungkasnya. (Nanda)