Pariaman akan Bertabur Iven Wisata di Sepanjang 2019

Foto: Nanda
Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman akan menggelar 46 iven pariwisata sepanjang tahun 2019 sebagai langkah meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. 

Beragam iven wisata budaya, olahraga, kuliner digelar sejak bulan Februari hingga Desember 2019 mendatang untuk menarik wisatawan datang ke daerah itu.     

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan pihaknya telah meluncurkan kalender iven wisata tahun 2019. Hal itu dilakukan agar wisatawan lokal maupun mancanegara menyusun rencana kunjungannya ke Kota Pariaman sejak awal. Dengan beragam iven, wisatawan dapat memilih iven apa yang dikunjungi.

“Peluncuran kalender iven ini sangat penting. Wisatawan bisa membuat program wisatanya sejak jauh hari sebelum berkunjung ke Kota Pariaman," ujarnya di Pariaman, Rabu (30/1).

Pemerintah Kota Pariaman mulai memaksimalkan potensi keindahan alam dan keberagamaan budaya dan kesenian yang dimiliki. Potensi itu dikemas sebaik mungkin agar dapat dinikmati wisatawan yang berkunjung.

“Dengan potensi itu, kita saat ini akan memaksimalkan hal tersebut untuk menjadikan kawasan wisata yang tematik dan menarik untuk dikunjungi," kata dia.

Ditambahkannya, iven wisata sejatinya merupakan langkah mempromosikan pariwisata daerah. Dengan iven di sepanjang tahun, diharapkan semakin mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman.

Selain itu, pemerintah Kota Pariaman juga secara fokus untuk mengembangkan kerajinan ekonomi kreatif menunjang pariwisata.

Di saat yang sama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Adib Alfikri menyebut wisata Kota Pariaman telah menasional yang ditandai peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Hal ini, kata dia tidak terlepas dari usaha pemerintah setempat mengembangkan berbagai sektor pariwisatanya. 

Ia mengatakan salah satu cara untuk memajukan pariwisata dengan menggelar berbagai iven yang akan membuat orang tertarik untuk datang. Bukan hanya iven budaya, keindahan alam, namun wisata olahraga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mendapatkan lebih dari sekadar keindahan alam dan budaya.

"Selain banyaknya iven yang dibuat, pariwisata juga memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat yang menganut Sapta Pesona. Kita akui, saat ini masih banyak masyarakat dan pelaku usaha kita yang mempunyai SDM yang lemah di bidang pariwisata dan hal melayani, jadi perlunya peran pemerintah untuk memberikan pengertian dan sosialisasi ke masyarakat, para pedagang dan pelaku usaha agar dapat menjadi tuan rumah yang baik," pungkasnya. (Nanda)