Genius Siapkan Pasar Penampungan, Mardison Segera Undang Pemilik Kios

Genius-Mardison temani Menteri PUPR tinjau Pasar Pariaman. Foto: Nanda
Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman telah menyiapkan lokasi yang akan dijadikan penampungan sementara untuk pedagang berjualan selama pengerjaan pembangunan Pasar Pariaman.

Rencananya kios sementara pedagang akan dibangun di atas salah satu jalur jalan dua arah di depan Pasar Pariaman dan lahan parkir di depan Lapangan Merdeka Pariaman.

"Nanti sebelum pengerjaannnya dimulai, Pemko wajib menyiapkan tempat relokasi pedagang ke kios sementara sampai pengerjaan pasar selesai," kata Walikota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Sabtu (15/12).

Untuk memastikan hal tersebut, lanjutnya, Pemko Pariaman dan Pemprov Sumatera Barat akan melaksanakan rapat dengan pihak Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk percepatan rekonstruksi Pasar Pariaman.

"Senin kami diundang membahas upaya percepatan pembangunan pasar ini dengan Kemendag dan KemenPUPR di Jakarta. Kita akan upayakan, rekonstruksi dapat dimulai tahun 2019 ini," ujarnya.

Kemungkinan dilaksanakannya rekonstuksi Pasar Pariaman telah mencapai 99 persen. Kepastian tersebut disampaikan Mendag RI Enggartiasto Lukita saat meninjau langsung Pasar Pariaman.

"Kemungkinannya 99 persen sudah oke. Persoalan pasar ini pun telah sampai ke meja pak Presiden Joko Widodo," kata dia.

Konsep Pasar Pariaman akan mempertahankan konsep pasar rakyat yang bersih dan higienis. Dalam desain yang disiapkan, Pasar Pariaman juga dilengkapi fasilitas penunjang lainnya. Pasar itu nantinya juga dapat berfungsi sebagai shelter gempa dan Tsunami.

"Aksesnya juga terkoneksi dengan Water Front City di kawasan pantai dan sungai dekat sini. Nanti jika pasar telah selesai, akan ramai dikunjungi wisatawan untuk berbelanja," katanya.

Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin juga akan mengundang para pemilik kios Pasar Pariaman untuk mendukung rekonstruksi Pasar Pariaman.

Dengan kondisi pasar yang struktur bangunannya sudah dinilai tidak layak, Mardison perlu memberitahu pemilik kios jika bangunan tersebut berbahaya untuk dihuni.

Ia menyebut para pemilik kios punya hak istimewa dalam pembangunan pasar. Pemilik kios saat ini prioritas utama sebagai pemilik kios pasar setelah rekonstruksi.

"Sementara kita siapkan pasar penampungan, kami akan kumpulkan pemilik kios saat ini. Kita makan-makan, diskusi. Jika diberi pemahaman yang baik saya kira pemilik kios akan mendukung. Kan ini demi kebaikan bersama juga," kata Mardison.

Rekonstruksi pasar dirasa Mardison inilah saatnya dibangun karena pihak kementerian telah menyiapkan anggarannya.

"Akan terasa berat jika kita bangun menggunankan APBD yang terbatas. Mumpung didukung kementerian, kita bangun selekasnya tanpa mengabaikan hak pemilik kios," tandas Mardison. (Nanda/OLP)