Yosi Aprila, Novelis Cantik Padangpariaman yang Belajar Secara Ototodidak

Yosi Aprila
Yosi Aprila, lahir di Nagari Pauahkamba. pada 1 April 1997 silam. Ia merupakan salah seorang penulis novel muda asal Kabupaten Padangpariaman. Di usia yang terbilang masih sangat muda yakni 22 tahun, sebuah novel berhasil ia luncurkan.

Novel "Sajadah dan Tasbih Itu Mempertemukan Kita" adalah novel perdana yang ia ditulis. Kurang dari dua tahun, novel setebal 221 halaman itu telah ia selesaikan.

Latar pendidikan Yosi sebagai mahasiswa program bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syeikh Burhanuddin (STIT-SB) Pariaman, "seolah" memberi warna terhadap novel yang kental dengan nuansa religius.

Meskipun ridak memiliki pendidikan di bidang sastra, bakat menulis Yosi terus berkembang. Semua teknis penulisan ia pelajari secara ototidak dan dukungan dari beberapa orang seniornya.

Gadis berdomisili di Koto Rajo, Nagari Sunur Tengah, Kecamatan Nan Sabaris, itu saat ini sedang menyelesaikan praktek mengajar di SMA 3 Pariaman. Ia dikenal aktif dalam banyak organisasi sejak masih sekolah hingga di perguruan tinggi.

Ia tercatat aktif di berbagai organisasi. Ia pernah menjadi pengurus OSIS bidang Ketuhanan di SMAN 1 Nan Sabaris pada 2013-2014, Wakil Ketua Forum An-Nisa SMAN 1 Nan Sabaris 2014.

Sekarang Yosi aktif di Senat Mahasiswa STIT SB pada Departemen Pengembangan Minat dan Bakat serta di Unit Kemahasiswaan Lembaga Dakwah Kampus Forum Kajian Mahasiswa Khairu Ummah (LDK FKM KU). 

Novel "Sajadah dan Tasbih Itu Mempertemukan Kita" merupakan novel non fiksi yang diangkat dari kisah nyata. Novel itu berkisah tentang perjuangan puteri sulung di tengah keluarganya yang "broken home".

Kisah nyata tersebut dirangkai dengan imajinasi penulis yang disajikan lewat konflik yang menguras perasaan pembaca. Perpisahan kedua orang tua si puteri sulung pada saat masih remaja, merupakan beban berat bagi anak seusianya. Di saat membutuhkan kasih sayang ayah dan ibu, kedua orang tuanya berpisah.

Kisah haru terjadi saat si puteri sulung saat dipertemukan dengan seorang laki- laki melalui Sajadah dan Tasbih. Laki-laki tersebut tidak lain adalah mantan pacar si puteri sulung sebelum ia hijrah. Mantan pacar sebelum ia mengazamkan diri untuk tidak berpacaran.

Setelah memantaskan diri dan melupakan cinta, membuat dirinya dekat dengan Allah Yang Maha Agung, hingga dipertemukan kembali dalam jalinan kasih yang halal.

Kisah ini mirip dengan kisah Zulaikha dan Yusuf. Saat Zulaikha mengejar cinta Yusuf, Allah jauhkan Yusuf darinya. Namun, saat Zulaikha mengejar cintaNya, Allah dekatkan Yusuf dengannya.

Bagi yang ingin larut dalam kisah novel tersebut bisa memesan novel seharga Rp40.000 ini melalui WhatsApp 0813 6421 0752. Pemesanan juga bisa melalui akun facebook Yosi Aprila. (Nanda)