Menpar Arief Yahya Sebut TdS Sedot Penonton Nomor 5 Terbanyak di Dunia

Pariaman - Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, menyatakan sport tourism seperti Tour de Singkarak tidak berdampak langsung pada meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat. Pelaksanaan iven wisata olahraga tersebut akan memberikan dampak dalam jangka panjang.

"Peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat memang tidak terlihat langsung pada hari H. Namun dengan banyaknya media yang mengeksplore seluruh aspek tentang Sumatera Barat, sebetulnya memberikan akses promosi Sumatera Barat kepada dunia," ujarnya.

Menurutnya, hasil evaluasi setelah 10 tahun pelaksanaan iven sport tourism itu, Tour de Singkarak cukup memiliki dampak meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat. 

"Dibuktikan jumlah penonton terbanyak nomor 5 di dunia, jumlah penontonnya cukup banyak," ulasnya.

Ia memastikan jika Kementerian Pariwisata RI mendukung penuh. TdS akan tetap digelar pada 2019 mendatang. Dukungan tersebut diwujudkan dengan dukungan anggaran pada APBN tahun 2019.

Menurutnya, sektor pariwisata secara umum diproyeksikan akan menyumbang devisa terbesar bagi Indonesia pada tahun mendatang. Diperkirakan USD 18 miliar untuk devisa Indonesia disumbangkan dari sektor pariwisata. 

"Sektor pariwisata Indonesia menggeliat, dibuktikan dengan masuknya Indonesia dalam daftar 10 negara paling banyak dikunjungi wisatawan dunia. Begitu pula dengan daerah, juga seperti itu," imbuhnya.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan TdS memiliki andil mempromosikan wisata Sumatera Barat, khususnya Kota Pariaman. Agar wisata Kota Pariaman lebih sering disorot dunia internasional, Pemko Pariaman mengangkatkan iven wisata olahraga Pariaman Internasional Triathlon. 

"Akan ada peserta dari luar negeri dan itu adalah promisi. Kita harapkan dengan adanya iven berkelas internasional, pariwisata Kota Pariaman makin dikenal," ujarnya.

Selain itu, Genius juga meminta dukungan Menteri Pariwisata RI mempromosikan wisata Kota Pariaman kepada dunia, khususnya mempromosikan Pesta budaya Tabuik ke tingkat internasional. (Nanda)