Asik Pesta Shabu di Bekas Kantor BPN, 2 Pemuda Diamankan Polisi

Polisi amankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Foto/Nanda
Pariaman ----- Sedang pesta shabu, dua pemuda digerebek di bekas kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Padangpariaman. Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman ciduk 2 orang warga yang sedang menggelar pesta shabu-shabu di bekas Kantor Badan Pertanahan Padangpariaman, Desa Kampung Baru, Jumat (10/8) sore.
       
Kedua tersangka, yakni, V, 34 tahun, warga Desa Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman dan RF, 34 tahun, warga kelurahan Jawi-Jawi II Kota Pariaman.
       
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan melalui sambungan teleponnya mengatakan, kedua tersangka tidak dapat mengelak saat diamankan petugas. Keduanya tertangkap tangan sedang berpesta narkoba.
      
"Saat diamakan, kedua tersangka masih dalam kondisi setengah sadar," ujarnya.
       
Menurutnya, penangkapan kedua pelaku, berawal dari laporan masyarakat jika di bekas Kantor Badan Pertanahan Padangpariaman sedang berlangsung pesta shabu-shabu. Tim merespon dan melakukan pengintaian. Kedua tersangka akhirnya berhasil diringkus.
      
Di lokasi penangkapan, diamankan 3 barang bukti yakni, 11 paket kecil shabu-shabi siap edar, seperangkat alat hisap sabu dan 2 unit telpon.
       
Tim 3 CN Pegasus tidak berhenti. Pengembangan pun dilakukan. Berbekal informasi dari tersangka V, tim bergerak cepat menuju rumah tersangka V di Desa Air Santok, Pariaman Timur. Pengembangan tidak sia-sia, 1 paket kecil sabu dan bungkusan plastik berisi plastik pembungkus sabu kembali diamankan pihak kepolisian.
         
"Keduanya kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
          
Ditambahkan AKBP Andry Kurniawan, kedua tersangka tidak asing lagi. Kedua tersangka yang masuk dalam target operasi Polres Pariaman ini, pernah akan digrebek akhir Juli 2018 silam. Namun, operasi yang mungkin diketahui tersangka, akhirnya bubar.
          
"Alhamdulillah kita amankan keduanya sore ini. Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat atas informasinya. Kami mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian agar kami bisa respon. Banyak pengungkapan kasus narkoba berawal dari informasi masyarakat," pungkasnya. (Nanda)