Life Is War, Pesan Orangtua di Balik Nama Unik Anggota DPRD Kota Pariaman

Life Iswar memperlihatkan KTP bahwa nama tersebut asli nama bawaan lahir pemberian kedua orangtuanya. Foto/Nanda
Pariaman ----- "Life Is War" hidup adalah peperangan, begitulah makna frasa singkat dalam bahasa Inggris.
        
Frasa ini dimaknai oleh banyak orang di dunia sebagai ungkapan jika kehidupan adalah peperangan. Kadang, dimaknai untuk mengungkapkan jika hidup adalah kompetisi atau perlombaan.
   
Tak aneh, jika frasa ini untuk menggambarkan tentang perjuangan kehidupan. Apalagi, jika frasa ini diucapkan oleh seorang motivator kala memberikan semangat kepada audiennya dalam seminar motivasi. Frasa itu tentu tidak akan terasa asing.
   
Namun menjadi sangat unik, apabila frasa ini adalah nama orang. Di Kota Pariaman, salah seorang warganya memiliki nama demikian.
   
Life Is War, begitu nama warga Kelurahan Kampung Jawa I Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Ia merupakan satu dari 20 orang anggota DPRD Kota Pariaman periode 2014-2019.
   
Sebuah nama, sebuah cerita. Itulah yang ia ucapkan saat memulai percakapan seputar arti di balik nama uniknya itu, di Pariaman, Jumat (27/7).
         
Life, begitulah pria kelahiran 7 Februari 1964 silam itu biasa disapa. Nama itu diberikan oleh kedua orangtuanya, yakni Mukhtar dan Hj. Martini. Nama ini memiliki memiliki makna tersendiri.
   
Menurutnya, tidak ada kisah dan kejadian masa lampau yang melatari pemberian nama unik itu kepadanya. Tepatnya, nama itu adalah pesan yang diberikan kedua orangtuanya melalui sebuah nama.
       
Melalui nama ini, kedua orangtuanya berpesan agar ia keras terhadap diri dalam kehidupan. Namun lembut kepada orang lain. Begitu ia menafsirkan pesan dari nama yang diberikan orangtuanya.
       
"Namun nama yang kini melekat adalah pesan ibu dan ayah, bahwa mimpi tidak bisa diraih hanya dengan berangku tangan. Persaingan hidup begitu ketat," kata
Life.
       
Ia menceritakan, kehidupannya melalui perjuangan yang keras. Jatuh-bangun menjalani berbagai jenis usaha, pernah lalui.
       
Pernah menjadi dosen di salah satu akademi swasta di Kota Pariaman hingga menjadi pengusaha peternakan ayam, dia geluti. Ketika jatuh, ia kembali bangkit. Begitulah semangatnya menjalani kehidupan. Ketika sedang jaya, tidak sombong, tetap rendah hati dan berbagi.
        
Bagi anak tertua dari 4 orang bersaudara ini, perjuangan terberat dalam hidup adalah perjuangan melawan diri sendiri. Mengendalikan hawa nafsu, adalah musuh terberat.
        
Kini, ia menjadi seorang politisi yang menempati gedung DPRD Kota Pariaman. Di tahun 2019 mendatang, Life akan kembali berkompetisi untuk bisa mewakili rakyat Kota Pariaman dengan mengikuti pemilu 2019.
         
Berkat kerja keras dan kepercayaan masyarakat kepada dirinya pada pemilu 2014 silam, ia kembali diamanatkan partai menempati nomor urut 1 dapil Kota Pariaman meliputi seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Pariaman Tengah. (Nanda)