Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Indra Sakti Bahas Isu Kerawanan Pilkada dengan Kominda Bogor

16 Maret 2018 | 16.3.18 WIB Last Updated 2018-03-16T12:59:13Z
Sekdako Indra Sakti beri cindera mata miniatur tabuik kepada Kominda Bogor. Foto/Nanda
Bogor ---- Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kota Pariaman lakukan studi komparatif ke Kominda Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (14/3) silam.

Tim Kominda Kota Pariaman yang dipimpin langsung oleh Sekda Kota Pariaman Indra Sakti, diterima Kepala Kantor Kesbangpol Kota Bogor, Fordinan, Ketua Pelaksana Harian Kominda, Kompol Suharto dan anggota Kominda Kota Bogor dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, BIN.

Dalam pertemuan yang digelar di Aula Balaikota Bogor itu, kedua tim membahas sejumlah isu strategis berkaitan dengan IPOLEKSOSBUDKAM, di daerah masing-masing. Pada pertemuan itu, isu politik, khususnya pilkada 2018 dan pemilu 2019, menjadi salah satu fokus pertemuan.

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Bogor, Fordinan dalam paparannya menyebut, jajaran Kominda Kota Bogor melakukan langkah deteksi dini kerawanan di tahun politik ini. Mirip dengan Kota Pariaman, Kota Bogor juga melaksanakan dua hajatan demokrasi yang dilaksanakan secara beririsan. Dua agenda, yakni pemilihan walikota dan wakil walikota Bogor 2018 dan pemilu 2019.

"Saat ini Kominda Kota Bogor terkonsentrasi melakukan deteksi dini terhadap kerawanan pilkada 2018 dan pemilu 2019," jelasnya.

Ia mengatakan, dari hasil pemetaan, isu SARA ikut ditarik-tarik ke ranah politik, baik pada pilkada ataupun tahapan pemilu yang sedang berjalan. Sebagai daerah yang heterogen, dan berbatasan langsung dengan ibukota negara DKI Jakarta, membuat ketegangan yang terjadi di ibukota berdampak meluas hingga ke Kota Bogor.

"Isu tersebut mulai diseret ke arah politik mendekati pemilu dan pilpres 2019. Pilkada DKI Jakarta kemarenpun berdampak ke Bogor, isu SARA yang berkembang saat itu, menimbulkan reaksi dari masyarakat di sini. Saat ini isu SARA pada politik, baru terpusat di kawasan Jabodetabek. Namun tidak tertutup kemungkinan meluas ke kawasan Indonesia barat ataupun timur," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Kominda Kota Bogor, Kompol Suharto menyebut, jika praktik penyebaran berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian di media sosial, menjadi salah satu ancaman bagi kelancaran Pilkada.

Ia menilai, praktik itu terjadi meluas. Bukan hanya di kawasan Jabodetabek, namun meluas ke seluruh daerah.

Menangkal hal itu, Kominda yang merupakan lintas satuan intilejen masing-masing melakukan langkah monitoring melalui patroli dan perang siber.

"Kami ada tim yang patroli, bahkan pada grup facebook, whatsapp, telegram kami susupkan anggota untuk monitor. Sedangkan bagi akun-akun yang menyebar hoaks itu, kami foto dan sebarkan kepada masyarakat, bahwa akun tersebut adalah hoaks," jelasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Pariaman, Indra Sakti mengatakan, aktvitas politik pilkada 2018 jauh berbeda dibandingkan pada pilkada 2013 silam. Perkembangan media sosial di lingkungan masyarakat, menjadi salah satu kerawanan pada pilkada.

"Kami tetap memonitor perkembangan akun-akun yang terdeteksi menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian ini, bahkan beberapa sudah dikantongi pihak kepolisian. Bagi masyarakat lain, kami juga melakukan penggalangan kepada tokoh untuk bersama-sama melawan hoaks dan ujaran kebencian," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Indra Sakti yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kesbangpol Kota Pariaman itu, optimis jika Pilkada Kota Pariaman berjalan dengan baik, tanpa konflik.

Selain tatanan sosial masyarakat Kota Pariaman yang homogen, sikap optimis pilkada damai Kota Pariaman 2018, juga didukung koordinasi yang baik antar instansi pelaksana fungsi intelijen dalam melakukan deteksi dini kerawanan.

"Pilkada badunsanak Kota Pariaman mirip dengan Batabuik, memang ada adu argumen, beda pilihan dan persepsi politik. Ada ketegangan perbedaan pilihan politik. Namun begitu pilkada selesai, masyarakatnya bersatu lagi," pungkasnya. (Nanda)
×
Berita Terbaru Update