Panwaslu Pariaman Serap Anggaran Tertinggi di Sumbar

Sekretaris Panwaslu Pariaman Riky Falantino. Foto/istimewa/Junaidi
Pariaman ---- Sekretaris Panwaslu Kota Pariaman Riky Falantino mengatakan realisasi anggaran pengawasan pemilu 2019 tingkat Kota Pariaman telah direalisasikan hingga mencapai 83 persen.

Anggaran yang bersumber dari APBN 2017 ini sebesar Rp1,1 miliar, digunakan dalam membiayai kegiatan sosialisasi dan rutinitas Panwaslu Kota Pariaman dan Panwascam se Kota Pariaman.

"Salah satu alokasi yang terbesar adalah biaya rutinitas meliputi honor dan kegiatan," sebutnya di Pariaman, Jumat (22/12) siang.

Dia mengatakan serapan anggaran yang mencapai 83% termasuk tinggi di Sumatera Barat. Persentase serapan anggaran tersebut juga didukung oleh penyerapan anggaran di tingkat Panwascam se kota Pariaman.

"Rata-rata di Panwascam realisasinya di atas 80 persen. Di tingkat Panwascam kan baru untuk pembiayaan rutinitas seperti honor," ulasnya.

Dikatakannya, mengoptimalkan kinerja, pihaknya saat ini tengah melakukan supervisi dan evaluasi kinerja terhadap Panwascam dan sekretariat kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mengukur capaian target dari program yang telah direncanakan sebelumnya.

"Kita supervisi juga, nanti akan ada penilaian seperti yang disampaikan oleh Bawaslu Sumatera Barat waktu itu, jika ada tidak optimal akan kita benahi," pungkasnya.

Ketua Panwascam Pariaman Selatan Yuldi Edriansyah mengatakan, serapan anggaran untuk tingkat Panwascam Pariaman Selatan digunakan untuk membiayai kebutuhan rutin seperti honor anggota dan sekretariat Panwascam dan kegiatan pengawasan tahapan pemilu 2019 yang saat ini berlangsung.

"Mayoritas terserap untuk honor dan kegiatan pengawasan," sebutnya.

Selain kegiatan rutin, pihaknya melakukan kreasi sosialisasi dengan mengundang masyarakat bertamu ke Sekretariat Panwascam. Meskipun ikut melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif dengan menyambangi titik perkumpulan masyarakat, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang datang ke kantor.

"Kadang kita di acara "manjamu" juga sosialisasikan pengawasan partisipatif, meskipun terbatas waktu, bagi masyarakat yang ingin tahu lebih jauh biasanya mennyambagi kantor," pungkasnya. (Nanda)