Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

[MTQ Sumbar di Pariaman] Serba-Serbi: Meraup Rupiah dari Iven ke Iven

7 November 2017 | 7.11.17 WIB Last Updated 2017-11-07T03:09:50Z

Pantaikata --- Keberkahan dari iven Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-37 tingkat Sumatera Barat tidak hanya dirasakan oleh pedagang kuliner saja, namun juga dirasakan oleh pedagang cenderamata keliling yang berjualan di lokasi lomba berlangsung.

Salah satunya dirasakan oleh Zulhaimi Lhatif (53). Pria paruh baya ini terlihat menggelar selembar plastik ukuran 2x1 meter di halaman depan Sport Hall St. Rajo Bujang, Karan Aur.

Dengan cekatan Zul menyusun berbagai cendera mata, mulai dari pulpen, mainan kunci dan plakat plastik maupun kayu. Semua cenderamata tersebut memiliki logo maupun tulisan yang menandakan acara MTQ nasional ke-37 Sumbar di Kota Pariaman.

Pria empat anak tersebut rupanya telah melakoni profesinya sebagai pedagang cenderamata keliling sejak tahun 1995 lalu.

"Saya telah berjualan seperti ini sejak tahun 1995, dan selalu berpindah dari iven ke iven dan dari kota ke kota", ujarnya sambil merapikan dagangannya.

Dalam sekali iven, Zul mampu meraup omset dari berdagang cenderamata hingga Rp7 juta bila hanya tingkat Sumbar. Jika ivennya tingkat nasional bisa mencapai Rp15 juta. Biasanya sekali iven berlangsung paling lama satu minggu, selama itu pula ia berjualan di lokasi.

"Dalam satu tahun saya bisa berjualan minimal 12 kali, tergantung iven yang ada. Biasanya awal tahun iven tidak terlalu banyak, namun di penghujung tahun sangat banyak," sambungnya.

Zul tidak hanya berkeliling di Sumbar saja, namun kota-kota di luar Sumbar pun menjadi incarannya.

"Baru-baru ini saya "manggaleh" di iven PAI 2017 di Banda Aceh", ujarnya.

Hampir semua provinsi di Pulau Sumatera sudah dikunjunginya, bahkan beberapa kota di Pulau Jawa. Rata-rata cenderamata yang dijualnya seharga Rp5 ribu per item nya. Dan Zul menjual dengan harga yang sama di setiap lokasi iven. (Eri)
×
Berita Terbaru Update